Selasa, 12 Juli 2011

One Year Later

             Aku baru saja tiba di Seoul setelah menempuh perjalanan jauh dari Malaysia. Aku melanjutkan kuliahku di Malaysia, tapi mungkin kalian ingin tahu kenapa aku datang ke Seoul. Aku datang jauh-jauh ke Seoul hanya untuk traveling bersama teman-temanku.
“Eh, tiba-tiba aku kepikiran pengen ketemu Super Junior..Aigoo~ Leeteuk oppa..” kata seorang temanku yang memulai imajinasinya itu.
“Aku pengen belajar main gitar ma Jonghyun CNBLUE..Kyaaaa!!!” kata satunya lagi sambil jingkrak-jingkrak kegirangan.
Kami berjalan menuju halte bus dan menuju ke apartemen tempat tinggal kami. Sesampainya di apartemen, kami masuk ke kamar masing-masing dan mulai menyusun barang bawaan kami yang segudang itu.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap dan kami pun beristirahat karena capeknya luar biasa. Keesokkan harinya aku bangun pagi sekali, sekitar pukul 5 pagi. Aku berniat untuk jogging di sekitar apartemen dan menghirup udara segar Seoul.
Aku mulai berlari kecil sambil melihat pemandangan sekitar apartemen, aku sangat kagum dengan negara ginseng ini. Negara yang sangat bersih dan rapi, tidak ada polusi yang menyebar kemana-mana. Tiba-tiba mataku tertuju pada taman bermain di dekat apartemenku, ada seorang pria kira-kira berumur 24 tahun duduk di lantai berpasir sambil memegangi kaki kirinya. Pria itu terlihat sedang kesakitan dan tidak mampu berdiri ataupun berjalan, aku menghampiri pria itu.
“Oppa..gwenchana? (tidak apa-apa?)” kataku memandangi pria itu.
“Apha (sakit)..” katanya menoleh padaku.
Aku seperti pernah melihatnya tapi otakku tidak sanggup berputar dan berpikir dimana aku pernah bertemu dengannya. Aku membantunya berdiri dan pelan-pelan berjalan menuju apartemenku yang tidak jauh dari taman bermain. Pria itu memilih duduk di lobby apartemen yang masih sangat sunyi itu, aku membuka sepatunya dan perlahan menggerakkan pergelangan kakinya. Tidak lama kemudian, pria itu mencoba berdiri dan berjalan.
“Gomawo (terima kasih)..ini sudah agak baikan, aku hanya takut tidak bisa menari lagi dengan kaki yang sakit..” jelasnya sambil tersenyum ke arahku.
Pria itu menyodorkan sebuah tiket padaku sambil berjalan perlahan keluar dari apartemenku.
“Tiket konser nanti malam, kau harus datang..aku akan menemuimu ketika kau sudah sampai..” katanya padaku sambil melambaikan tangan ke arahku.
Aku hanya tersenyum memandanginya dan aku segera berjalan masuk ke kamarku.
“Ntar malam kita mau jalan kemana yah?” tanya seorang temanku.
“Sorry~ aku nggak ikutan yah?ada yang kasih tiket konser dan memintaku harus datang..” jelasku.
Sekitar jam 4 sore, aku berangkat ke lokasi konser dengan membawa tiket yang diberikan pria itu.
“Agassi (nona)..” panggil seseorang.
Aku menoleh dan mendapati pria yang tadi pagi kutemui berdiri di belakangku tapi agak jauh dariku. Aku berjalan menghampirinya.
“Oppa wasseo? (kakak sudah datang?) Feronica imnida, oppa..” kataku padanya.
“Yuk..ikut aku ke backstage,kita foto-foto dulu sebelum mulai..” katanya sambil menarikku ke dalam.
Kami masuk ke sebuah ruang ganti yang agak sepi dan mengambil foto berdua disana. Lalu pria itu meminta bantuan pada salah seorang kru untuk mengantarku keluar dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Konser pun dimulai dan para fans yang berada di sekelilingku mulai berteriak tidak karuan.
“SUPER JUNIOR!!!” teriak mereka.
Keluarlah 10 orang pria dan duduk berpencar di sekeliling panggung, mereka membawakan lagu Marry U. Mataku membelalak ketika melihat seorang pria yang duduk di panggung yang tidak jauh dariku dan tersenyum padaku.
“Oppa adalah member Super Junior??jadi pria yang tadi pagi aku bantu dan berfoto denganku di backstage adalah LEE DONG HAE, Super Junior..” kataku dalam hati.
Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup..Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre, I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh..Saranghaneun naui gongju Stay with me..” bagian rap yang dinyanyikannya pada lagu itu dan tangannya selalu menunjuk ke arahku.
Setelah konser selesai, aku tidak bisa lagi bertemu dengannya karena para fans yang mulai berdesakan untuk menemui mereka semua. Selama 1 minggu aku berada di Seoul, dia selalu datang ke apartemenku dan kita selalu jogging dan sarapan bersama.
“Oppa, besok aku akan kembali ke Malaysia karena masa libur sudah habis..” kataku ketika kami sarapan.
“Mwo? (Apa?)” katanya dan menghentikan kegiatan makannya. “Penerbangan jam berapa besok?” tanyanya lagi.
“Oppa tidak perlu mengantarku karena kalau ada yang melihatnya pasti akan muncul gossip yang tidak menyenangkan..” jawabku singkat.
“Tidak..aku harus mengantarmu..jebal~ (kumohon~)” katanya lagi.
“One Year Later we will meet again here in Seoul, I promise..” kataku padanya dan segera pergi meninggalkannya.
Keesokkan harinya di ruang boarding Incheon Airport, aku melihat keluar ruangan itu. Mataku menangkap sosok LEE DONG HAE yang sedang sibuk berlari mencari seseorang. Handphoneku terus berdering karena dia meneleponku tapi aku tidak ingin mengangkatnya.
“All passanger that have a flight to Malaysia, please prepare and go to aeroplane now..Thank You~” kata operator di bandara.
Aku dan teman-teman berjalan menuju Gate yang ditentukan, tapi mataku masih memperhatikan DongHae yang mulai pasrah mencariku.
          “Mianhae, oppa..ONE YEAR LATER, I promise..” kataku dengan suara kecil sambil memandanginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar