Selasa, 28 Juni 2011

Don't Say Goodbye



Cuaca yang sangat cerah, aku baru saja tiba di Taiwan 15 menit yang lalu. Tujuanku datang ke negara ini untuk melanjutkan kuliah. Aku berdiri di tepi jalan yang tidak jauh dari airport dan berusaha mencari bus supaya aku bisa segera sampai di apartemenku. Aku hanya melihat mobil-mobil lalu lalang di depanku, tapi aku tidak menemukan tumpangan. Aku sudah lelah berdiri, tapi sepertinya tidak ada yang memperdulikanku yang mulai acak-acakan ini.
            “Ni hao (Hello), kamu sedang menunggu apa disini?” tanya seorang pria yang diperkirakan berumur 24 tahun.
            Ni hao..aku sedang menunggu kendaraan supaya aku bisa sampai di apartemenku..” jawabku.
            “Kau sudah salah tempat, xiao jie (nona)..disini bukan halte bus..” kata pria itu.
            “So ada dimana halte bus? Dui bu qi (maaf), aku baru tiba di Taiwan jadi nggak tahu..” jawabku dengan menyesal.
            “Bus yang lewat di daerah ini cuma lewat setiap 4 jam sekali..bus yang terakhir sudah pergi 10 menit yang lalu..” jelas pria itu sambil tersenyum.
“Mwo (apa)?? Jadi aku harus nunggu 4 jam lagi?? Jinjja, andwe (benarkah, jangan)..” kataku mulai gelisah.
“Gwenchana (tidak apa-apa)..kau bisa ikut mobilku, itu kalau kau mau..” jawab pria itu tersenyum.
Aku masih berpikir panjang karena aku tidak mungkin ikut dengan pria yang baru aku kenal. Kalau aku memilih menunggu, aku harus menunggu 4 jam lagi. Aku akan mati mengering disini saking panasnya.
Wajahnya tidak terlihat bahwa dia adalah orang jahat dan aku sepertinya pernah melihatnya tapi tidak tahu dimana.
“Baiklah..sepertinya kau ragu dengan ajakanku, aku akan pergi sekarang..zai jian (sampai jumpa)~” kata pria itu dan berjalan pergi dari sampingku.
“Oppa, deng wo (panggilan untuk kakak laki-laki, tunggu aku)..” teriakku sambil berlari mengikutinya.
“Naneun mideoyo (percaya padaku)??” kata pria itu tersenyum.

Aku hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke daerah parkiran mobil. Ia membukakan pintu dan mempersilahkanku untuk masuk. Aku duduk bersamanya di belakang dan mobil itu dikendarai oleh seorang supir. Aku melihat dia menekan tombol remote televisi di mobil itu dan televisi itu menyala. Matanya hanya terpaku pada seorang pria yang disorot kamera pada sebuah acara di televisi itu.
“Jigeum odieya (dimana sekarang)?” katanya sambil menatap pria itu.
“Nuguya (siapa),oppa?” tanyaku memastikan.
“Itu teman yang paling baik bagiku, tapi sekarang dia sudah sangat sibuk dengan shooting dan tidak pernah datang mengunjungi aku dan teman-teman lainnya..” jawabnya dengan wajah yang sangat sedih.
“Kenapa oppa nggak pergi mencarinya??” tanyaku lagi.
“Kalau aku tahu dia ada dimana sekarang, aku dan teman-teman lainnya akan menemuinya..jongmal bogosipho (sangat rindu)..” katanya dengan mata yang hampir meneteskan air mata.
Aku benar-benar tersentuh dengan ceritanya dan sepertinya hatiku tidak tega melihatnya bersedih. Kenapa perasaan ini muncul tiba-tiba?
Tidak terasa mobil ini sudah berhenti di depan apartemenku dan selama perjalanan kami tidak berbicara sedikitpun karena kami sudah masuk dalam pikiran kami sendiri. Dia membukakan pintu mobil untukku dan aku segera turun dan mengambil koperku.
“Kamsahamnida (terima kasih), oppa..” kataku sambil membungkukkan badanku tanda hormat.
“Siapa namamu?” tanya pria itu dengan lembut.
“Songphae imnida, Hwang Songphae.. jawabku dan balik bertanya.
“Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu..” kataku sambil melambaikan tangan.
“Kau juga harus rajin-rajin kuliah disini, jangan malas..” katanya sambil tersenyum
Selama 1 minggu aku sering bertemu dengan pria itu dan jalan-jalan bersama. Aku sangat menikmati kebersamaan itu dan aku merasa nyaman di dekatnya, tapi aku tidak pernah menanyakan namanya.
2 hari ini dia tidak lagi menghubungiku, aku juga tidak bias menghubunginya. Hari ini aku memutuskan untuk mencarinya diluar sana, tiba-tiba langkahku terhenti ketika melihat keramaian di depan salah satu mal di dekat apartemenku. Aku berusaha memasuki keramaian itu dengan desak-desakan dan akhirnya berhasil.
Disana terdapat banyak sekali televisi yang memutar berbagai acara, aku heran dengan apa yang sedang mereka semua ributkan disini. Aku melihat seorang perempuan menunjuk ke salah satu televisi yang sedang memutar berita selebritis.
Aku terkejut melihat seorang pria yang sedang berjalan menyusuri Incheon Airport Seoul dan diikuti kamera yang meliputnya. Dia adalah pria yang selama seminggu ini bersamaku, dia sudah pergi.
“Kenapa dia tidak memberitahukan padaku? Dia pergi begitu saja..” kataku sambil menatap layar televisi itu.
“Artis terkenal Super Junior Lee Donghae dan Choi Siwon baru saja kembali ke Seoul setelah menyelesaikan syuting di Taiwan..kami berhasil ngobrol sedikit dengan Donghae..” kata reporter televisi itu.
“Terima kasih untuk semua fans yang mendukung proses syuting film kami di Taiwan..terima kasih juga untuk teman terbaikku selama seminggu terakhir aku di Taiwan..bye-bye, chingu..” katanya dengan tersenyum.
            “Andwe..please don’t say goodbye, Lee Donghae..” kataku pelan sambil menahan air mataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar