Kamis, 14 Juli 2011

Just Like Now


Hari adalah hari yang cerah dan hari ini juga adalah hari dimana abang tercintaku akan kembali ke Seoul. Aku sudah menantikan hari ini, hari dimana aku bisa bertemu dengan abang yang paling aku sayangi itu. Aku berangkat ke bandara untuk menjemputnya.
“Yesung oppa..” teriakku ketika melihatnya keluar dari pintu bandara.
“Songphae ya..khayo~ (pergilah~)” katanya mengusirku supaya tidak dekat-dekat dengannya.
Aku agak terkejut dengan sifatnya itu. Tiba-tiba banyak sekali cewek yang berlari ke arahnya dan meminta tanda tangan serta foto bareng. Aku hanya berdiri agak jauh dan melihat semua kejadian itu. Maklum, Yesung oppa adalah penyanyi terkenal saat itu. Saat sudah agak sepi, dia berjalan menghampiriku sambil melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada yang melihatnya.
“YA!!! Kau ngapain datang kesini? Untung mereka tidak melihatmu..” katanya sedikit membentakku.
“Waeyo? (Kenapa?) Naneun, oppa dongsaeng-ieyo (Aku adikmu)..” jawabku agak kesal.
“Lain kali kau tidak usah ikut menjemputku atau hadir dimanapun yang ada aku..” katanya dan berjalan melewatiku.

Ada apa dengannya? Kenapa sifatnya jadi berubah setelah kembali dari Tour Concert? Apa kau malu punya adik yang tidak berbakat?

Setelah sampai di rumah, Yesung langsung masuk ke kamarnya dan menyusun semua barang bawaannya itu. Setelah selesai menyusun barang bawaannya, dia segera berangkat ke agency untuk latihan vocal disana. Malamnya setelah makan malam, mama memintaku untuk mengantarkan makan malam ke agency untuk Yesung oppa. Aku agak ragu untuk pergi kesana bertemu dengannya, tapi tidak ada alasan bagiku untuk menolak karena mama langsung mendorongku masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di agency, aku berdiri diluar pintu agency dan mencoba menghubungi Yesung oppa supaya dia bisa keluar mengambil makanan ini. Tapi dia tidak kunjung mengangkat telepon dariku.
“Songphae..” panggil seseorang.
“Ryeowook oppa..” sapaku pada seorang lelaki yang adalah teman Yesung oppa.
“Kau mau bertemu Yesung hyung? Yuk..ikut saja denganku, aku akan membawamu bertemu dengannya..” katanya segera menarik tanganku masuk sebelum aku sempat mengatakan apapun.
Aku berdiri di depan ruang latihannya bersama Ryeowook oppa. Yesung oppa keluar dan wajahnya sangat terkejut ketika melihatku berdiri disana, dia segera menarikku pergi sejauh-jauhnya.
“Sudah kubilang kau jangan datang ke tempatku..Kenapa kau masih nekat?? Kau mau orang-orang tahu bahwa kau adikku?? Supaya kau bisa ikut terkenal karena kau punya oppa seorang penyanyi?? Shiro~ (Hentikan~)” katanya dengan nada yang marah.
“Mwo? (Apa?) Oppa, kau pikir aku gila dengan semua ketenaran?? Kau pikir aku mau numpang terkenal?? Michyeoso (Gila)..Omma yang menyuruhku datang mengantarkan makan malam..” kataku dan memberikan makan malam yang sudah aku genggam dari tadi padanya serta segera pergi.

Nekat?? Numpang terkenal?? Aku rasa dia sudah gila berkata seperti itu padaku yang adalah adik kandungnya. Aku tidak butuh semua itu, aku benar-benar menyesal mendukungnya untuk ikut audisi menjadi penyanyi. Kenapa kau berubah menjadi orang yang tidak berperasaan?

Setelah kejadian itu, aku tidak pernah lagi pergi mencari Yesung oppa. Aku tidak mau dibilang numpang terkenal dari seorang oppa yang adalah penyanyi terkenal.
Aku berjalan keluar rumah untuk mencari udara segar malam hari sekitar pukul 9 malam.
“Agassi (nona)..kau sedang apa malam-malam begini jalan sendirian? Apa mau kita temani?” kata salah satu pria yang sepertinya sedang mabuk.
“Gwenchana (Tidak apa-apa)..aku akan segera pulang sekarang..” jawabku dan berjalan dengan cepat menuju rumah.
Tapi tiba-tiba ada yang menggenggam tanganku dan menahan langkahku, aku benar-benar terkejut dan berusaha lari dari mereka. Mereka berusaha menyentuhku dan memegang wajahku.

Aku takut~ Yesung oppa tolong aku. Aku mohon, aku hanya memilikimu satu-satunya.

GUBRAK!!! Ada yang jatuh dan aku memberanikan diri membuka mataku. Di depanku ada yang sedang berkelahi dengan pria-pria mabuk itu.

Yesung oppa, benarkah itu adalah Yesung oppa? Dia datang menolongku?

Tiba-tiba ada yang melemparkan sesuatu ke arahku, sesuatu seperti botol kaca. Aku tidak berani membuka mataku ketika botol itu melayang ke arahku. Aku berpikir, kali ini tamatlah riwayatku.
PRANGGG~ terdengar suara botol kaca yang pecah mengenai sesuatu, tapi tidak mengenai tubuhku dan ada yang memelukku dengan erat. Botol itu mengenai punggung Yesung oppa dan pecah, dia melindungiku. Aku melihat bajunya ada noda darah, aku takut dan sangat takut. Aku melihat sekelilingku, pria-pria tadi sudah menghilang.
“Oppa, kau berdarah..” kataku padanya.
“Gwenchana? (Tidak apa-apa?) Lain kali kau jangan keluar sendirian malam-malam begini..Bahaya!” katanya padaku.
Aku membawa Yesung oppa pulang ke rumah dan membersihkan lukanya itu. Tidak terpikir olehku, dia bisa datang pada saat yang tepat untuk menolongku. Apakah dia mendengarku memanggilnya?
“Mianhae~ (Sorry~) Aku sudah membentakmu dan marah padamu hari itu..” kata Yesung sambil melihatku yang sedang mengobati lukanya.
“Gwenchana, oppa..aku hanya heran kenapa sifatmu berubah setelah balik ke Seoul..” jawabku.
“Besok aku ada photoshoot di agency, aku ingin kau datang kesana..Aku akan memperkenalkanmu pada mereka semua..” kata Yesung.
Keesokkan harinya, aku ikut bersama Yesung oppa ke agency dan sesuai dengan janjinya, dia memperkenalkanku pada mereka semua.
“Ini aku kenalin, Songphae, adikku yang tercinta..” kata Yesung pada kru dan semua yang ada disana.
Mereka semua berjabat tangan denganku dan mereka juga mengambil foto kami berdua.

           Oppa.. I want you always act JUST LIKE NOW.. saranghae~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar