Rabu, 20 Juli 2011

Goodbye My Princess


Hari yang melelahkan, salah satu member Super Junior, Leeteuk baru selesai siaran di Sukira bersama Eunhyuk. Sesampainya di dorm, Leeteuk berjalan menuju kamarnya berniat untuk istirahat sedangkan Eunhyuk berjalan menghampiri Donghae yang berada di depan computer yang hanya satu-satunya itu.
“Pinjam pakai computer itu..aku mau online twitter sekalian cek email dan cyworld..” kata Eunhyuk.
“Bentar..email Leeteuk hyung nggak sign out, tadi aku liat ada yang kirim email..” jawab Donghae dan berlari ke kamar Leeteuk untuk memanggilnya.
Leeteuk keluar dari kamarnya dan membuka inbox email, dia membaca dengan perlahan email yang dikirim padanya itu.
“Dari siapa,hyung? Koq, serius amat bacanya?” tanya Eunhyuk.
“Dari cewek itu, cewek yang pernah aku ceritakan itu..dia sering kirim email padaku dan selalu mendukung Super Junior terutama aku..” jawab Leeteuk.
Setelah selesai membacanya, Leeteuk membalas email dari fans itu.

Kamsahamnida karena kau selalu mendukung Super Junior dan aku yang menjadi leader. Aku sangat senang ada seorang fans yang sangat memperhatikan kami. Semoga kita bisa menjadi teman baik walau hanya lewat email.

Keesokkan paginya mereka bangun pagi dan memulai semua jadwal mereka yang sangat padat itu. Dan pada saat siaran di Sukira bersama Eunhyuk, Leeteuk sempat mengungkit sedikit tentang cewek yang mengirim email padanya itu.
“Karena ini adalah siaran radio yang live, jadi aku ingin menyampaikan sesuatu untuk seseorang yang aku kenal bernama Yoora..aku tidak tahu apakah dia mendengarnya atau tidak, tapi aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya karena selalu memberi semangat padaku yang sangat sibuk dengan banyak schedule..” katanya.
“Yoora?? Hyung, apa dia adikmu? Adik angkat maksudku..” tanya Eunhyuk sambil tersenyum.
“Adik angkat?? Ya..bisa disebut begitu..dia orang yang sangat baik dan perhatian padaku, aku ingin sekali bertemu dengannya..” jawab Leeteuk.
Setelah siaran selesai, beberapa member Super Junior yang ada di lokasi Sukira agak heran dengan Leeteuk karena dia tiba-tiba mengungkit tentang Yoora, cewek yang sama sekali tidak dikenalnya itu.
“Hyung, kau kenapa tiba-tiba mengungkit soal cewek itu?” tanya Siwon.
“Aku teringat padanya yang sangat perhatian padaku, bagaimanapun juga dia adalah ELF, fans Super Junior..” jawab Leeteuk.
“Bukan fans Super Junior, tapi fans Leeteuk.. Selama ini hyung siaran di Sukira tidak pernah mengungkit tentang fans siapapun itu, tapi kenapa kau bisa mengungkit cewek itu hari ini?” tanya Eunhyuk heran.
“Sudahlah..hanya masalah Yoora saja kalian ribut..Ayo pulang, sudah capek nih..” kata Leeteuk dan berjalan pergi dari mereka.

Aku merasa sangat dekat dengan Yoora, apa yang terjadi padaku? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Gara-gara dia sering mengirim email padaku, aku jadi terus teringat padanya. Tidak mungkin aku menyukainya, kami tidak pernah bertemu sekalipun.

Sesampainya di dorm, Leeteuk melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah serta segera berjalan ke kamarnya untuk ganti pakaian.
“Hyung, ada email untukmu..” kata Kyuhyun yang sedang asik bermain game online.
Setelah berganti pakaian, Leeteuk keluar dari kamarnya dan mulai membuka emailnya.
“Oppa..pesan di Sukira hari ini, aku sudah mendengarnya..aku senang kau menganggapku sebagai adikmu, aku juga senang kau mau membalas emailku..aku ingin sekali bertemu denganmu, tapi sepertinya itu tidak mungkin..Oppa, always be healthy and happy forever..” isi pesan Yoora.
“Hyung, dari Yoora lagi?? Sepertinya kau sangat rajin membalas semua pesan Yoora..” kata Donghae.
“Aku tidak tahu kenapa aku merasa dekat dengannya, tapi tidak ada salahnya aku membalasnya..” jawab Leeteuk.
Leeteuk masuk kembali ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. Dia sendiri masih heran dan aneh pada dirinya yang setiap saat selalu melihat bayangan nama Yoora.

Kau sudah mendengar pesanku di Sukira? Baguslah..mulai sekarang aku bersedia menjadi oppa yang baik untukmu. Kau ingin bertemu denganku? Nothing impossible, aturlah waktumu dan hubungi aku maka kita akan bisa bertemu di suatu tempat.

Leeteuk masih melamun dan tampak memikirkan sesuatu. Sudah 1 tahun ini dia berhubungan dengan Yoora lewat email dan tidak pernah bertemu sekalipun. Mulai muncul di benak Leeteuk untuk mencari tahu tentang Yoora.
Keesokkan paginya seperti biasa Super Junior melakukan schedule mereka yang padat itu. Hari ini mereka ada latihan dance. Setelah setengah jam berlatih, Leeteuk duduk untuk istirahat.
“Hyung, kau kenapa? Sepertinya tidak semangat hari ini, biasanya kau bisa tahan latihan selama 1 jam..” tanya Shindong.
“Pasti kemarin tidak bisa tidur gara-gara mikirin Yoora..” jawab Eunhyuk.
“Yoora lagi? Ngapain mikirin dia? Haihz.” kata Kyuhyun.
“Aku berniat mencari tahu tentang Yoora segera..” kata Leeteuk pada mereka.
“MWO?!” teriak mereka semua.
“Kau yakin, hyung? Kami tidak salah dengar kalau kau mau mencari cewek itu? Tapi untuk apa, hyung?” tanya Siwon.
“Aku ingin tahu sebenarnya dia siapa, kenapa dia begitu perhatian padaku..” jawab Leeteuk.
Leeteuk membuka emailnya dan melihat ada pesan baru yang masuk di inbox.
“Benarkah kau akan menjadi oppa yang baik untukku? Aku senang mendengarnya..aku juga tahu tidak ada yang mustahil, aku pasti bisa bertemu denganmu..sebelum itu, aku ingin oppa tahu perasaanku yang sebenarnya..Oppa, saranghae~” isi pesan Yoora.
Leeteuk terkejut membacanya, Yoora mengatakan bahwa ia mencintai Leeteuk. Apa maksudnya ini? Apa ini hanya kata-kata “saranghae” seperti yang dikatakan fans lainnya pada Super Junior?

Saranghae? Sebagai fans atau sebagai seorang perempuan? Aku berjanji akan menjadi oppa yang baik untukmu dan aku akan berusaha mencarimu. Aku ingin tahu tentang dirimu, kau orang yang seperti apa. Aku ingin tahu semuanya, semoga kita bisa bertemu secepatnya.

Setelah Leeteuk membalas pesan itu, dia segera meminta bantuan pada managernya untuk mencari tahu tentang Yoora dan tempat tinggalnya. Mereka kembali melanjutkan latihan dance, tapi anggota yang lain masih terkejut dengan kata-kata Leeteuk.
Setelah lewat 1 minggu, Leeteuk mendapat kabar dari managernya tentang Yoora tapi belum berhasil mendapatkan alamatnya. 1 minggu itu berlalu tanpa ada email dari Yoora lagi, kabar Yoora di email Leeteuk sepertinya menghilang tiba-tiba.
“Hyung..Yoora tidak mengirim email lagi untukmu?” tanya Eunhyuk.
“Tidak..mungkin dia sedang sibuk dengan kegiatannya jadi tidak ada waktu..” jawab Leeteuk.
“Orang seperti dia bisa tidak punya waktu?? Tidak punya waktu untuk mengirim email pada pujaan hatinya?? Impossible~” kata Kyuhyun.
Minggu demi minggu berlalu, akhirnya 3 bulan berlalu tapi Yoora tidak pernah mengirim apapun lagi pada Leeteuk. Leeteuk mulai gelisah dengan keadaan ini, data tentang Yoora yang dia dapatkan sama sekali belum lengkap.
“Leeteuk..coba kamu lihat ini..” kata managernya dan menyodorkan secarik kertas yang penuh dengan tulisan.
“Ini alamatnya?” tanya Leeteuk bersemangat.
“Ya, ini alamat rumahnya dan sepertinya tidak jauh dari apartemen kalian..” jelas managernya.
Leeteuk segera menuju dorm dan mengganti pakaian, dia juga mengajak beberapa anggota Super Junior yang tidak ada schedule hari itu. Mereka berangkat ke alamat yang diberikan managernya.
Sesampainya mereka di ujung jalan rumah Yoora, mereka melihat banyak orang yang memakai pakaian hitam seperti sedang berkabung. Mobil mereka berhenti tepat di seberang alamat rumah yang diberikan manager itu.
“Hyung, kau tidak salah alamat yah? Koq ada yang meninggal disini?” tanya Eunhyuk.
“Tidak, ini sudah sesuai dengan alamat yang ditulis manager..” jawab Leeteuk.
“Kita coba turun saja sambil tanya-tanya..” kata Ryeowook.

Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju rumah itu. Mereka coba melihat nama yang ada di papan bunga.
“Yoora??” teriak Eunhyuk.
Leeteuk menoleh ke arah Eunhyuk dengan wajah yang terkejut, lalu dia berlari ke dalam dan memberanikan diri untuk bertanya.
“Apa saya boleh tahu ini siapa yang meninggal? Yoora yang meninggal?” tanya Leeteuk dengan air mata yang hampir mengalir.
“Iya..ini Yoora yang meninggal, dia mengidap leukemia yang sudah sangat parah..” jawab seseorang yang datang melayat.
Leeteuk berjalan keluar dengan sempoyongan dan Eunhyuk segera menggandengnya. Leeteuk menghentikan langkahnya dan menoleh ke dalam rumah itu.
“Hei..kau yang disebut sebagai Super Junior?” panggil seseorang dari dalam.
“Ya..kami anggota Super Junior..ada apa?” tanya Eunhyuk.
“Apakah Leeteuk datang bersama kalian? Suruh dia masuk..” kata orang itu lagi.
Leeteuk berjalan perlahan masuk ke dalam, disana dia melihat foto Yoora yang terpampang dan orang-orang memberi penghormatan terakhir. Keluarganya berdiri di samping dan menangis.
“Kau yang namanya Leeteuk?” tanya seseorang yang adalah ibu Yoora.
“Ya..aku Leeteuk..” jawab Leeteuk pelan menahan air mata.
“Kenapa kau tidak berani masuk? Gara-gara kau anakku yang tinggal satu-satunya itu meninggal..Gara-gara dia tidak bisa bertemu denganmu, dia pasrah dan memilih untuk meninggal..” kata ibu Yoora menangis sambil memukul Leeteuk.
“Sorry..aku bukan tidak berani masuk, tapi aku tidak sanggup melihat semua ini..Aku sudah berusaha mencari tahu tentang dia tapi baru sekarang aku mengetahuinya..” jawab Leeteuk dengan air mata yang berlinangan.

Tiba hari pemakaman, Leeteuk dan beberapa anggota Super Junior datang ke kuburan. Leeteuk berlutut di depan batu nisan Yoora dengan air mata yang terus mengalir.
“Sorry..aku tidak bisa cepat menemukanmu..kalau saja aku cepat bertemu denganmu, pasti kau masih punya kesempatan menemuiku..Aku menyesal dan sangat menyesal..” kata Leeteuk.

               “I’m sorry, I never said it to you..Yoora, saranghae~” kata Leeteuk pelan.

Kamis, 14 Juli 2011

Just Like Now


Hari adalah hari yang cerah dan hari ini juga adalah hari dimana abang tercintaku akan kembali ke Seoul. Aku sudah menantikan hari ini, hari dimana aku bisa bertemu dengan abang yang paling aku sayangi itu. Aku berangkat ke bandara untuk menjemputnya.
“Yesung oppa..” teriakku ketika melihatnya keluar dari pintu bandara.
“Songphae ya..khayo~ (pergilah~)” katanya mengusirku supaya tidak dekat-dekat dengannya.
Aku agak terkejut dengan sifatnya itu. Tiba-tiba banyak sekali cewek yang berlari ke arahnya dan meminta tanda tangan serta foto bareng. Aku hanya berdiri agak jauh dan melihat semua kejadian itu. Maklum, Yesung oppa adalah penyanyi terkenal saat itu. Saat sudah agak sepi, dia berjalan menghampiriku sambil melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada yang melihatnya.
“YA!!! Kau ngapain datang kesini? Untung mereka tidak melihatmu..” katanya sedikit membentakku.
“Waeyo? (Kenapa?) Naneun, oppa dongsaeng-ieyo (Aku adikmu)..” jawabku agak kesal.
“Lain kali kau tidak usah ikut menjemputku atau hadir dimanapun yang ada aku..” katanya dan berjalan melewatiku.

Ada apa dengannya? Kenapa sifatnya jadi berubah setelah kembali dari Tour Concert? Apa kau malu punya adik yang tidak berbakat?

Setelah sampai di rumah, Yesung langsung masuk ke kamarnya dan menyusun semua barang bawaannya itu. Setelah selesai menyusun barang bawaannya, dia segera berangkat ke agency untuk latihan vocal disana. Malamnya setelah makan malam, mama memintaku untuk mengantarkan makan malam ke agency untuk Yesung oppa. Aku agak ragu untuk pergi kesana bertemu dengannya, tapi tidak ada alasan bagiku untuk menolak karena mama langsung mendorongku masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di agency, aku berdiri diluar pintu agency dan mencoba menghubungi Yesung oppa supaya dia bisa keluar mengambil makanan ini. Tapi dia tidak kunjung mengangkat telepon dariku.
“Songphae..” panggil seseorang.
“Ryeowook oppa..” sapaku pada seorang lelaki yang adalah teman Yesung oppa.
“Kau mau bertemu Yesung hyung? Yuk..ikut saja denganku, aku akan membawamu bertemu dengannya..” katanya segera menarik tanganku masuk sebelum aku sempat mengatakan apapun.
Aku berdiri di depan ruang latihannya bersama Ryeowook oppa. Yesung oppa keluar dan wajahnya sangat terkejut ketika melihatku berdiri disana, dia segera menarikku pergi sejauh-jauhnya.
“Sudah kubilang kau jangan datang ke tempatku..Kenapa kau masih nekat?? Kau mau orang-orang tahu bahwa kau adikku?? Supaya kau bisa ikut terkenal karena kau punya oppa seorang penyanyi?? Shiro~ (Hentikan~)” katanya dengan nada yang marah.
“Mwo? (Apa?) Oppa, kau pikir aku gila dengan semua ketenaran?? Kau pikir aku mau numpang terkenal?? Michyeoso (Gila)..Omma yang menyuruhku datang mengantarkan makan malam..” kataku dan memberikan makan malam yang sudah aku genggam dari tadi padanya serta segera pergi.

Nekat?? Numpang terkenal?? Aku rasa dia sudah gila berkata seperti itu padaku yang adalah adik kandungnya. Aku tidak butuh semua itu, aku benar-benar menyesal mendukungnya untuk ikut audisi menjadi penyanyi. Kenapa kau berubah menjadi orang yang tidak berperasaan?

Setelah kejadian itu, aku tidak pernah lagi pergi mencari Yesung oppa. Aku tidak mau dibilang numpang terkenal dari seorang oppa yang adalah penyanyi terkenal.
Aku berjalan keluar rumah untuk mencari udara segar malam hari sekitar pukul 9 malam.
“Agassi (nona)..kau sedang apa malam-malam begini jalan sendirian? Apa mau kita temani?” kata salah satu pria yang sepertinya sedang mabuk.
“Gwenchana (Tidak apa-apa)..aku akan segera pulang sekarang..” jawabku dan berjalan dengan cepat menuju rumah.
Tapi tiba-tiba ada yang menggenggam tanganku dan menahan langkahku, aku benar-benar terkejut dan berusaha lari dari mereka. Mereka berusaha menyentuhku dan memegang wajahku.

Aku takut~ Yesung oppa tolong aku. Aku mohon, aku hanya memilikimu satu-satunya.

GUBRAK!!! Ada yang jatuh dan aku memberanikan diri membuka mataku. Di depanku ada yang sedang berkelahi dengan pria-pria mabuk itu.

Yesung oppa, benarkah itu adalah Yesung oppa? Dia datang menolongku?

Tiba-tiba ada yang melemparkan sesuatu ke arahku, sesuatu seperti botol kaca. Aku tidak berani membuka mataku ketika botol itu melayang ke arahku. Aku berpikir, kali ini tamatlah riwayatku.
PRANGGG~ terdengar suara botol kaca yang pecah mengenai sesuatu, tapi tidak mengenai tubuhku dan ada yang memelukku dengan erat. Botol itu mengenai punggung Yesung oppa dan pecah, dia melindungiku. Aku melihat bajunya ada noda darah, aku takut dan sangat takut. Aku melihat sekelilingku, pria-pria tadi sudah menghilang.
“Oppa, kau berdarah..” kataku padanya.
“Gwenchana? (Tidak apa-apa?) Lain kali kau jangan keluar sendirian malam-malam begini..Bahaya!” katanya padaku.
Aku membawa Yesung oppa pulang ke rumah dan membersihkan lukanya itu. Tidak terpikir olehku, dia bisa datang pada saat yang tepat untuk menolongku. Apakah dia mendengarku memanggilnya?
“Mianhae~ (Sorry~) Aku sudah membentakmu dan marah padamu hari itu..” kata Yesung sambil melihatku yang sedang mengobati lukanya.
“Gwenchana, oppa..aku hanya heran kenapa sifatmu berubah setelah balik ke Seoul..” jawabku.
“Besok aku ada photoshoot di agency, aku ingin kau datang kesana..Aku akan memperkenalkanmu pada mereka semua..” kata Yesung.
Keesokkan harinya, aku ikut bersama Yesung oppa ke agency dan sesuai dengan janjinya, dia memperkenalkanku pada mereka semua.
“Ini aku kenalin, Songphae, adikku yang tercinta..” kata Yesung pada kru dan semua yang ada disana.
Mereka semua berjabat tangan denganku dan mereka juga mengambil foto kami berdua.

           Oppa.. I want you always act JUST LIKE NOW.. saranghae~

Selasa, 12 Juli 2011

One Year Later

             Aku baru saja tiba di Seoul setelah menempuh perjalanan jauh dari Malaysia. Aku melanjutkan kuliahku di Malaysia, tapi mungkin kalian ingin tahu kenapa aku datang ke Seoul. Aku datang jauh-jauh ke Seoul hanya untuk traveling bersama teman-temanku.
“Eh, tiba-tiba aku kepikiran pengen ketemu Super Junior..Aigoo~ Leeteuk oppa..” kata seorang temanku yang memulai imajinasinya itu.
“Aku pengen belajar main gitar ma Jonghyun CNBLUE..Kyaaaa!!!” kata satunya lagi sambil jingkrak-jingkrak kegirangan.
Kami berjalan menuju halte bus dan menuju ke apartemen tempat tinggal kami. Sesampainya di apartemen, kami masuk ke kamar masing-masing dan mulai menyusun barang bawaan kami yang segudang itu.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap dan kami pun beristirahat karena capeknya luar biasa. Keesokkan harinya aku bangun pagi sekali, sekitar pukul 5 pagi. Aku berniat untuk jogging di sekitar apartemen dan menghirup udara segar Seoul.
Aku mulai berlari kecil sambil melihat pemandangan sekitar apartemen, aku sangat kagum dengan negara ginseng ini. Negara yang sangat bersih dan rapi, tidak ada polusi yang menyebar kemana-mana. Tiba-tiba mataku tertuju pada taman bermain di dekat apartemenku, ada seorang pria kira-kira berumur 24 tahun duduk di lantai berpasir sambil memegangi kaki kirinya. Pria itu terlihat sedang kesakitan dan tidak mampu berdiri ataupun berjalan, aku menghampiri pria itu.
“Oppa..gwenchana? (tidak apa-apa?)” kataku memandangi pria itu.
“Apha (sakit)..” katanya menoleh padaku.
Aku seperti pernah melihatnya tapi otakku tidak sanggup berputar dan berpikir dimana aku pernah bertemu dengannya. Aku membantunya berdiri dan pelan-pelan berjalan menuju apartemenku yang tidak jauh dari taman bermain. Pria itu memilih duduk di lobby apartemen yang masih sangat sunyi itu, aku membuka sepatunya dan perlahan menggerakkan pergelangan kakinya. Tidak lama kemudian, pria itu mencoba berdiri dan berjalan.
“Gomawo (terima kasih)..ini sudah agak baikan, aku hanya takut tidak bisa menari lagi dengan kaki yang sakit..” jelasnya sambil tersenyum ke arahku.
Pria itu menyodorkan sebuah tiket padaku sambil berjalan perlahan keluar dari apartemenku.
“Tiket konser nanti malam, kau harus datang..aku akan menemuimu ketika kau sudah sampai..” katanya padaku sambil melambaikan tangan ke arahku.
Aku hanya tersenyum memandanginya dan aku segera berjalan masuk ke kamarku.
“Ntar malam kita mau jalan kemana yah?” tanya seorang temanku.
“Sorry~ aku nggak ikutan yah?ada yang kasih tiket konser dan memintaku harus datang..” jelasku.
Sekitar jam 4 sore, aku berangkat ke lokasi konser dengan membawa tiket yang diberikan pria itu.
“Agassi (nona)..” panggil seseorang.
Aku menoleh dan mendapati pria yang tadi pagi kutemui berdiri di belakangku tapi agak jauh dariku. Aku berjalan menghampirinya.
“Oppa wasseo? (kakak sudah datang?) Feronica imnida, oppa..” kataku padanya.
“Yuk..ikut aku ke backstage,kita foto-foto dulu sebelum mulai..” katanya sambil menarikku ke dalam.
Kami masuk ke sebuah ruang ganti yang agak sepi dan mengambil foto berdua disana. Lalu pria itu meminta bantuan pada salah seorang kru untuk mengantarku keluar dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Konser pun dimulai dan para fans yang berada di sekelilingku mulai berteriak tidak karuan.
“SUPER JUNIOR!!!” teriak mereka.
Keluarlah 10 orang pria dan duduk berpencar di sekeliling panggung, mereka membawakan lagu Marry U. Mataku membelalak ketika melihat seorang pria yang duduk di panggung yang tidak jauh dariku dan tersenyum padaku.
“Oppa adalah member Super Junior??jadi pria yang tadi pagi aku bantu dan berfoto denganku di backstage adalah LEE DONG HAE, Super Junior..” kataku dalam hati.
Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup..Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre, I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh..Saranghaneun naui gongju Stay with me..” bagian rap yang dinyanyikannya pada lagu itu dan tangannya selalu menunjuk ke arahku.
Setelah konser selesai, aku tidak bisa lagi bertemu dengannya karena para fans yang mulai berdesakan untuk menemui mereka semua. Selama 1 minggu aku berada di Seoul, dia selalu datang ke apartemenku dan kita selalu jogging dan sarapan bersama.
“Oppa, besok aku akan kembali ke Malaysia karena masa libur sudah habis..” kataku ketika kami sarapan.
“Mwo? (Apa?)” katanya dan menghentikan kegiatan makannya. “Penerbangan jam berapa besok?” tanyanya lagi.
“Oppa tidak perlu mengantarku karena kalau ada yang melihatnya pasti akan muncul gossip yang tidak menyenangkan..” jawabku singkat.
“Tidak..aku harus mengantarmu..jebal~ (kumohon~)” katanya lagi.
“One Year Later we will meet again here in Seoul, I promise..” kataku padanya dan segera pergi meninggalkannya.
Keesokkan harinya di ruang boarding Incheon Airport, aku melihat keluar ruangan itu. Mataku menangkap sosok LEE DONG HAE yang sedang sibuk berlari mencari seseorang. Handphoneku terus berdering karena dia meneleponku tapi aku tidak ingin mengangkatnya.
“All passanger that have a flight to Malaysia, please prepare and go to aeroplane now..Thank You~” kata operator di bandara.
Aku dan teman-teman berjalan menuju Gate yang ditentukan, tapi mataku masih memperhatikan DongHae yang mulai pasrah mencariku.
          “Mianhae, oppa..ONE YEAR LATER, I promise..” kataku dengan suara kecil sambil memandanginya.

Selasa, 28 Juni 2011

Don't Say Goodbye



Cuaca yang sangat cerah, aku baru saja tiba di Taiwan 15 menit yang lalu. Tujuanku datang ke negara ini untuk melanjutkan kuliah. Aku berdiri di tepi jalan yang tidak jauh dari airport dan berusaha mencari bus supaya aku bisa segera sampai di apartemenku. Aku hanya melihat mobil-mobil lalu lalang di depanku, tapi aku tidak menemukan tumpangan. Aku sudah lelah berdiri, tapi sepertinya tidak ada yang memperdulikanku yang mulai acak-acakan ini.
            “Ni hao (Hello), kamu sedang menunggu apa disini?” tanya seorang pria yang diperkirakan berumur 24 tahun.
            Ni hao..aku sedang menunggu kendaraan supaya aku bisa sampai di apartemenku..” jawabku.
            “Kau sudah salah tempat, xiao jie (nona)..disini bukan halte bus..” kata pria itu.
            “So ada dimana halte bus? Dui bu qi (maaf), aku baru tiba di Taiwan jadi nggak tahu..” jawabku dengan menyesal.
            “Bus yang lewat di daerah ini cuma lewat setiap 4 jam sekali..bus yang terakhir sudah pergi 10 menit yang lalu..” jelas pria itu sambil tersenyum.
“Mwo (apa)?? Jadi aku harus nunggu 4 jam lagi?? Jinjja, andwe (benarkah, jangan)..” kataku mulai gelisah.
“Gwenchana (tidak apa-apa)..kau bisa ikut mobilku, itu kalau kau mau..” jawab pria itu tersenyum.
Aku masih berpikir panjang karena aku tidak mungkin ikut dengan pria yang baru aku kenal. Kalau aku memilih menunggu, aku harus menunggu 4 jam lagi. Aku akan mati mengering disini saking panasnya.
Wajahnya tidak terlihat bahwa dia adalah orang jahat dan aku sepertinya pernah melihatnya tapi tidak tahu dimana.
“Baiklah..sepertinya kau ragu dengan ajakanku, aku akan pergi sekarang..zai jian (sampai jumpa)~” kata pria itu dan berjalan pergi dari sampingku.
“Oppa, deng wo (panggilan untuk kakak laki-laki, tunggu aku)..” teriakku sambil berlari mengikutinya.
“Naneun mideoyo (percaya padaku)??” kata pria itu tersenyum.

Aku hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke daerah parkiran mobil. Ia membukakan pintu dan mempersilahkanku untuk masuk. Aku duduk bersamanya di belakang dan mobil itu dikendarai oleh seorang supir. Aku melihat dia menekan tombol remote televisi di mobil itu dan televisi itu menyala. Matanya hanya terpaku pada seorang pria yang disorot kamera pada sebuah acara di televisi itu.
“Jigeum odieya (dimana sekarang)?” katanya sambil menatap pria itu.
“Nuguya (siapa),oppa?” tanyaku memastikan.
“Itu teman yang paling baik bagiku, tapi sekarang dia sudah sangat sibuk dengan shooting dan tidak pernah datang mengunjungi aku dan teman-teman lainnya..” jawabnya dengan wajah yang sangat sedih.
“Kenapa oppa nggak pergi mencarinya??” tanyaku lagi.
“Kalau aku tahu dia ada dimana sekarang, aku dan teman-teman lainnya akan menemuinya..jongmal bogosipho (sangat rindu)..” katanya dengan mata yang hampir meneteskan air mata.
Aku benar-benar tersentuh dengan ceritanya dan sepertinya hatiku tidak tega melihatnya bersedih. Kenapa perasaan ini muncul tiba-tiba?
Tidak terasa mobil ini sudah berhenti di depan apartemenku dan selama perjalanan kami tidak berbicara sedikitpun karena kami sudah masuk dalam pikiran kami sendiri. Dia membukakan pintu mobil untukku dan aku segera turun dan mengambil koperku.
“Kamsahamnida (terima kasih), oppa..” kataku sambil membungkukkan badanku tanda hormat.
“Siapa namamu?” tanya pria itu dengan lembut.
“Songphae imnida, Hwang Songphae.. jawabku dan balik bertanya.
“Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu..” kataku sambil melambaikan tangan.
“Kau juga harus rajin-rajin kuliah disini, jangan malas..” katanya sambil tersenyum
Selama 1 minggu aku sering bertemu dengan pria itu dan jalan-jalan bersama. Aku sangat menikmati kebersamaan itu dan aku merasa nyaman di dekatnya, tapi aku tidak pernah menanyakan namanya.
2 hari ini dia tidak lagi menghubungiku, aku juga tidak bias menghubunginya. Hari ini aku memutuskan untuk mencarinya diluar sana, tiba-tiba langkahku terhenti ketika melihat keramaian di depan salah satu mal di dekat apartemenku. Aku berusaha memasuki keramaian itu dengan desak-desakan dan akhirnya berhasil.
Disana terdapat banyak sekali televisi yang memutar berbagai acara, aku heran dengan apa yang sedang mereka semua ributkan disini. Aku melihat seorang perempuan menunjuk ke salah satu televisi yang sedang memutar berita selebritis.
Aku terkejut melihat seorang pria yang sedang berjalan menyusuri Incheon Airport Seoul dan diikuti kamera yang meliputnya. Dia adalah pria yang selama seminggu ini bersamaku, dia sudah pergi.
“Kenapa dia tidak memberitahukan padaku? Dia pergi begitu saja..” kataku sambil menatap layar televisi itu.
“Artis terkenal Super Junior Lee Donghae dan Choi Siwon baru saja kembali ke Seoul setelah menyelesaikan syuting di Taiwan..kami berhasil ngobrol sedikit dengan Donghae..” kata reporter televisi itu.
“Terima kasih untuk semua fans yang mendukung proses syuting film kami di Taiwan..terima kasih juga untuk teman terbaikku selama seminggu terakhir aku di Taiwan..bye-bye, chingu..” katanya dengan tersenyum.
            “Andwe..please don’t say goodbye, Lee Donghae..” kataku pelan sambil menahan air mataku.