Jumat, 10 Februari 2012

You are the One


~ ONE ~

Hari ini adalah hari pertama aku masuk kampus setelah aku selesai SMA. Aku masuk kampus yang sama dengan oppa-ku. Rasanya sangat asing sekali melihat kampus yang akan aku masuki, tapi kata oppa,
“Gwenchanayo..kamu akan terbiasa disini..” katanya pelan.

Oh,ya? Hampir lupa memperkenalkan diriku. Namaku EunWoo dan aku punya seorang oppa namanya Kibum.
Untunglah ada oppa yang satu kampus denganku. Jika tidak, aku tidak tahu harus gimana lagi.

“Kibum ya..EunWoo ya..chamkaman!!” teriak seseorang di belakang kami.
“Ya…Kyuhyun a..oraemanieyo..” kata oppa pada seorang cowok.
“Kyuhyun oppa ya..jeongmal bogosipho..” kataku sambil memeluknya.

Kyuhyun oppa menyelesaikan SMA di Beijing dan sekarang kembali lagi ke Seoul untuk kuliah. Dia adalah sahabat Kibum oppa dari kecil dan juga sudah seperti oppa aku sendiri.

Aku berjalan ke papan pengumuman kampus untuk melihat kelasku. Banyak sekali orang yang berkerumun di papan pengumuman itu. Sesampainya di depan papan pengumuman, aku mencari-cari namaku. Tiba-tiba ramai sekali cewek-cewek pada berkumpul di lapangan basket, berteriak tidak karuan.
“Oppa..Oppa..” teriak mereka.

Aku pun menoleh ke arah lapangan basket itu. “WOW..jo saram neomu jalsaengin..” kataku dalam hati. Aku mulai berjalan menuju tempat dimana para cewek-cewek itu berkumpul.
“Hankyung oppa..HWAITING~” kata seorang cewek di sampingku.
Hankyung??maybe nama cowok tu Hankyung..” pikirku dalam hati.
Tiba-tiba terdengar bel kampus tanda masuk berbunyi. Aku pun berjalan menuju Music Class dan masih sangat penasaran dengan cowok tadi.

Di dalam Music Class, aku merasa adalah orang asing disana karena tidak ada satupun yang aku kenal. Aku berjalan menuju sebuah bangku kosong di sudut kelas dekat jendela dan aku duduk disana. Tiba-tiba masuk seorang cowok yang cute.

Tidak berapa lama, masuklah dosen yang mengajar di Music Class ini dan mulai menyuruh kita memperkenalkan diri masing-masing. Sampai pada giliran cowok tadi,
“Annyonghaseyo..Minho-imnida..bangapsumnida..” kata cowok itu. Dan terakhir sampailah giliranku untuk memperkenalkan diri.
“Annyonghaseyo..jonun EunWoo-imnida..bangapsumnida..” kataku.

“Kuraeyo..karena kalian sudah melakukan perkenalan dan karena ini adalah Music Class..siapa yang mau menunjukkan bakatnya di bidang musik untuk menghibur kita semua??” tanya dosen itu pada kami semua.
Minho berdiri, mengambil sebuah gitar yang terletak di dekat pintu dan duduk di sebuah kursi di depan kelas.

Nan geudael manna haengbokhamnida..Nan geudael manna kkumeul kkumnida..Geudaeman bomyun useumi najyo..Amado sarangingabwa..”

Dia menyanyikan lagu CNBLUE-Sweet Holiday sambil memainkan gitar, suaranya bagus sekali dan permainan gitarnya juga sangat keren. Aku yang punya oppa jago nyanyi, acting dan main musik aja tidak punya skill dan suara sebagus itu.

“Ada lagi yang mau menunjukkan bakatnya??” tanya dosen itu.
“Ada..EunWoo..” kata Minho pada dosen itu.
Aku terkejut tiba-tiba dia mengajukan aku untuk tampil menunjukkan bakat, dengan terpaksa aku bangkit dari tempat dudukku dan menuju ke sebuah piano.

Ne saenggak, ne pyojeong..nareul utge hae, naui gippeumdo..jageun seulpeumdo, nega juneun geot..na ajigeun sarange seotulleo, beokchal ttaedo isseo..jogeum cheoncheonhi, neol boyeojwo..”

Setelah lagu My Everything yang kunyanyikan berakhir, bel istirahat pun berbunyi.
“EunWoo ya..Minho-imnida..” katanya menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
“Ye..bangapsumnida,Minho ssi..” kataku padanya.

“EUNWOO......” tiba-tiba ada yang teriak memanggilku dari luar kelas. Aku menoleh keluar.
“Kyuhyun oppa..waeyo?” kataku sambil berjalan keluar. Aku merasa Minho terus memperhatikan Kyuhyun oppa yang memanggilku. Tapi aku cuek saja dan pergi begitu saja dengan Kyuhyun oppa.

Sesampainya aku, Kyuhyun dan Kibum oppa di kantin kampus..

Aku melihat ada cowok yang tadi pagi aku lihat di lapangan basket, dia duduk disana bersama seseorang sepertinya tidak asing bagiku.
“Ge saramen Hankyung-ieyo??Kurae??” tanya Kyuhyun oppa pada Kibum oppa.
“Ye..Hankyung-ie..waeyo?” tanya Kibum oppa lagi.
“Ge namja,nugu??” tanya Kyuhyun oppa lagi.
“Minho-ieyo, Hankyung dongsaeng..” kata Kibum oppa.
Fiuh?! Ku pikir itu Hankyung oppa yoja chingu, hampir patah hati aku..ternyata itu cowok dan adiknya Hankyung oppa..hmm.” kataku dalam hati. Aku suka dengan Hankyung oppa alias naksir, jadi aku takut dia sudah keburu punya pacar. Aku harus bisa kenal dan dapatin Hankyung oppa.

“Dia ambil jurusan apa disini??” tanya Kyuhyun.
“Dancing, Singing dan Mandarin Class..” jawab Kibum oppa.
Wah..kebetulan aku juga masuk Singing Class, bearti bakal ketemu HanKyung oppa sebagai na sunbae..haha.senangnya..” kataku dalam hati.

“Woi..melamun aja ni..” tiba-tiba ada yang menepukku, aku benar-benar terkejut dan melontarkan kata-kata yang seharusnya menjadi rahasia sendiri.
“Mworago??aku,kan lagi seru liatin orang yang aku suka, Hankyung-ie..” teriakku.
“MWO??” teriak Kibum dan Kyuhyun oppa bersamaan.
“Ooppss..anieyo,oppa..” kataku cepat.
Mereka benar-benar terkejut dengan kata-kataku tadi, aku yang malah membocorkan rahasia sendiri.

~ TWO ~

Sesampainya di rumah..

Aku berjalan menuju kamarku, meletakkan tas kampusku di meja belajar dan bermalas-malasan di tempat tidurku yang empuk. Tiba-tiba Kibum oppa masuk ke kamarku.
“Dongsaeng..i wanna ask you something,can i??” tanya Kibum oppa.
“Yeah..waeyo,oppa?” kataku.
“Kamu beneran suka ma Hankyung,ya?” terdengar olehku pertanyaan ini. Aku benar-benar bingung untuk menjawabnya karena ternyata Kibum oppa kenal dengan Hankyung.
“Ehmm..ye..Hankyung oppa neomu joahae..” kataku pelan karena aku malu mengatakannya kepada Kibum oppa.
“Kuraeyo??oppa gak melarang kamu suka ma Hankyung,koq..oppa malah senang,ternyata na EunWoo sekarang sudah dewasa..” kata Kibum oppa sambil tersenyum.
“Jongmal??gomawo,oppa..” kataku senang.
“But kamu jangan suka ma dia hanya karena dia ganteng atau semacamnya aja..kamu harus bisa melihat ke dalam hatinya,apakah dia setia dan baik padamu atau tidak..pintar-pintarlah untuk menilai orang,oppa percaya kamu sudah bisa memilih..” jelas oppa.
“Ye..araso,oppa..” kataku mengangguk.

Kibum oppa pun keluar dari kamarku dan aku masih berpikir bagaimana caranya aku bisa dekat dengan Hankyung oppa. Aku harus berusaha sendiri tanpa bantuan dari Kibum ataupun Kyuhyun oppa.
Ehmm..aku dekati aja adiknya, Minho dulu..kalo aku uda dekat dengan Minho, aku pasti dikenalkan dengan Hankyung oppa..haha.” kataku dalam hati.

Keesokkan harinya..

Aku berjalan memasuki pintu gerbang kampus bersama Kibum dan Kyuhyun oppa sambil ngobrol.
“Kyuhyun hyung...” tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah belakang kami. Kyuhyun oppa pun menoleh ke arah suara itu.
“Ya! Minho ya..” kata Kyuhyun oppa sambil memeluk Minho.
Kelihatannya mereka seperti sudah lama tidak bertemu..ternyata mereka saling kenal..” kataku dalam hati. Tiba-tiba Minho menoleh ke arahku.
“Annyonghaseyo, EunWoo..first class is Singing Class,right?we go there together,okay?” katanya sambil memasang muka yang super cute. Aku melihat mukanya yang cute itu, sepertinya aku jadi salah tingkah.
“Lho?!Klian saling mengenal??” tanya Kyuhyun oppa.
“Ye..dia teman sekelasku..” kataku singkat.

Lalu aku dan Minho pun berjalan bersama menuju ke Singing Class. Di depan Singing Class sudah ramai dengan cewek-cewek yang berteriak tidak karuan. Aku dan Minho berjalan mendekati Singing Class, tiba-tiba aku mendengar suara nyanyian yang sangat bagus.

You are the one ojig nomani ne sarang..You are the sun tasuhi gamsaon miso..You are my love to na yogshi gudemane ojig dan han saram..onjekajina gyothe issoyo..

Aku melihat ke dalam Singing Class, jantungku serasa akan berhenti sekarang juga setelah aku tahu siapa yang menyanyikan lagu itu. Hankyung oppa dengan baju t-shirt biru dan celana panjang jeans biru serta gayanya sewaktu menyanyikan lagu “You are the One” benar-benar perfect.
Hmm.You are the one in my heart, no one else..” kataku dalam hati. Tiba-tiba Minho menarikku berdesakkan dengan kerumunan cewek-cewek itu dan akhirnya masuk ke dalam Singing Class. Di dalam Singing Class belum begitu banyak orang yang datang..

“Sunbae..na chingu-eyo..” kata Minho memperkenalkan aku pada Hankyung.
“Annyonghaseyo,sunbae..EunWoo-imnida..” kataku memperkenalkan diriku. Tidak ada yang tahu kalau jantungku sudah bersiap-siap meledak keluar karena senangnya.
“Ye..Hankyung-imnida..” katanya dan langsung pergi berlalu dari hadapanku.

Aku melihat Kyuhyun oppa masuk ke Singing Class dan membahas sesuatu dengan Hankyung oppa. Bel masuk pun berbunyi, kami semua duduk tenang di tempat masing-masing.

“Biasanya di Singing Class akan langsung ditangani oleh senior yang bertanggung jawab di Singing Class..” jelas dosen kepala. “Langsung saja saya perkenalkan pada kalian senior yang akan bertanggung jawab dalam Singing Class ini..” jelasnya lagi.
“Annyonghaseyo..Hankyung-imnida..bangapsumnida..” perkenalan dari Hankyung oppa yang sangat dingin.
“Annyonghaseyo..your second sunbae, Kyuhyun-imnida..bangapsumnida..” perkenalan dari Kyuhyun oppa yang sangat bersahabat, berbeda dengan Hankyung oppa.

Selama Singing Class, aku terus memperhatikan Hankyung oppa sewaktu dia bernyanyi, sewaktu dia bermain musik. Aku benar-benar sangat menikmati cara dia mengajarkan kami bernyanyi dan pada saat dia bernyanyi. Tiba-tiba bel keluar sudah berbunyi, tidak terasa sudah 2 jam kami di dalam Singing Class. Semua pada menyusun barang-barangnya dan bergegas pulang.
Hankyung dan Kyuhyun oppa pun berjalan keluar kelas, tinggal aku dan Minho yang masih berada di dalam kelas. Tiba-tiba Minho melontarkan sesuatu kata-kata yang membuatku terdiam.

“EunWoo ya..neomu joahae..can you be na yoja chingu??” tanya Minho.
“Yoja chingu??i don’t think so..aku sudah punya seseorang yang kusukai..” kataku dan aku langsung segera keluar dari Singing Class meninggalkan Minho sendiri.
Aku tahu hatinya pasti sangat sakit, tapi aku benar-benar tidak bisa menerimanya. Orang yang aku sukai adalah Hankyung oppa, jadi tidak mungkin aku jadi pacaran dengan adiknya, Minho.

Aku berjalan keluar dari gerbang sekolah sendirian, tidak bersama Kibum dan Kyuhyun oppa. Mereka masih ada kegiatan lain di kampus, jadi Kibum oppa menyuruhku untuk pulang duluan.
Aku berjalan sambil mendengarkan mp3 yang memutar lagu “You are the One”. Tiba-tiba aku melihat ramai sekali orang berkerumun di jalan raya itu sepertinya ada orang yang baru saja bertabrakan. Aku melihat orang yang tergeletak di lantai tidak berdaya dan sepertinya orang itu tidak asing bagiku.

“HANKYUNG OPPA!!!!!!” teriakku sambil berlari menuju orang yang sudah tidak berdaya dengan darah yang berlumuran.
“Cepat panggilkan ambulance..PPALIJUSEYO!!!” teriakku panik dan menangis pada orang-orang sekitarku.

Di dalam ambulance, aku terus memegang tangan Hankyung oppa. Aku takut dan sangat takut kehilangan dia. Aku belum sempat mengatakan apapun soal perasaanku padanya. Aku berharap dia segera sadar. Aku melihat petugas ambulance itu terus membersihkan darah yang berlumuran di muka Hankyung. Aku tidak perduli lagi, bajuku penuh dengan noda darah karena tadi aku terus memeluk Hankyung oppa yang sudah tidak berdaya.
Aku merogoh ke dalam tas kuliahku dan mengeluarkan handphone-ku. Aku segera menghubungi Kibum oppa untuk memberitahu keberadaanku.

“Yoboseyo..” terdengar suara Kibum oppa.
“Yoboseyo,oppa..” kataku.
“EunWoo..waeyo??” tanyanya.
“Oppa..aku ada di rumah sakit sekarang..setelah kegiatan kampus, oppa dan Kyuhyun oppa kesini,ya??” kataku pelan karena air mataku tidak lagi bisa dihentikan.
“Waeyo??koq,bisa di rumah sakit??” tanya oppa agak terkejut.
“Hankyung oppa kecelakaan..aku bingung, tidak tahu harus gimana..aku takut kehilangan dia..” kataku dengan suara yang mulai serak karena menangis.
“MWO??araso..i will go there now..gidarilge..” katanya dan langsung memutuskan telepon ini.

~ THREE ~

Sesampainya di rumah sakit, Hankyung oppa segera dilarikan ke ICU dan aku hanya bisa duduk lemas di ruang tunggu ICU. Aku takut dan sangat takut, aku terus membayangkan bagaimana jika aku harus kehilangan orang yang aku sayangi itu. Dia belum tahu perasaanku sesungguhnya, bagaimana aku bisa mengatakannya jika dia sudah tiada. Air mataku terus mengalir tanpa henti.
Aku melihat ada 3 orang berjalan menuju tempat aku menunggu, ternyata mereka adalah Kibum oppa, Kyuhyun oppa dan Minho. Kibum oppa langsung memelukku ketika melihat aku menangis tanpa henti.

“Oppa..aku takut, sangat takut..” kataku lemas.
“Gwenchana,dongsaeng..” katanya padaku.

Dokter yang menangani Hankyung oppa di ICU keluar dan memberitahu sesuatu yang sepertinya sangat serius pada Kyuhyun oppa dan Minho.
“Hankyung dalam keadaan kritis, dia mengalami koma karena sudah mengeluarkan banyak darah..jika dalam 3 hari dia tidak juga sadar, nyawanya tidak akan tertolong lagi..kami juga butuh donor darah untuknya, Hankyung golongan darah B..segera carikan orang yang bergolongan darah sama untuk membantunya segera sadar..” kata dokter itu.

“Golongan darah B??Aku golongan darah B, aku bersedia donorkan..ambil saja darahku yang penting Hankyung oppa selamat..” kataku.
“Dongsaeng ya..” kata Kibum oppa cemas.
“Gwenchana,oppa..aku kuat koq..ini untuk keselamatan orang yang aku sayang..” kataku pada Kibum oppa dan langsung mengikuti dokter itu untuk tes darah dan bersiap untuk mendonorkannya.

Aku tidak mau kehilangan Hankyung..walau dia cuek padaku, tapi dia tetap adalah orang yang kusayangi..aku berjanji setelah dia sadar nanti, jika dia tetap cuek dan tidak perduli padaku atau bahkan tidak suka padaku, aku akan mundur dan tetap menganggap ‘You are the one’ in my heart forever..” kataku dalam hati.

Keesokkan harinya, dokter mengatakan bahwa harus ada orang yang terus berbicara pada Hankyung walaupun dia belum sadar dan masih dalam keadaan koma. Aku sendiri yang rajin datang ke rumah sakit sampai aku tidak masuk kuliah. Aku berjalan menuju ruang ICU tempat Hankyung oppa dirawat.

“Annyonghaseyo, Hankyung oppa..EunWoo-imnida..” kataku pelan sambil menahan air mataku karena melihat keadaannya.
“Oppa..how are you today??are you feel better??” kataku lagi. Aku seperti berbicara pada dinding, ruangan itu sangat sunyi dan hanya terdengar gema suaraku yang terus berbicara pada Hankyung oppa.
“Hankyung oppa neomu joahae..” tiba-tiba aku melontarkan kata itu. Aku tidak tahu apakah Hankyung oppa mendengar apa yang barusan aku katakan atau tidak.
“Cepatlah bangun dari tidurmu..aku ingin mendengarmu menyanyi, ingin melihat senyum-mu, ingin melihatmu bermain basket, ingin melihatmu menari dan semuanya..” kataku dengan air mata yang mulai deras.
“Aku belum sempat dekat dengan oppa..jangan pergi begitu saja meninggalkan ini semua..aku ingin menjadi seseorang yang berarti dalam hidup oppa, ingin menjadi seseorang yang bisa membuat oppa bahagia, aku tidak perduli bagaimana caranya..” kataku sambil memegang tangan Hankyung oppa yang lembut.
“Aku akan terus ada untuk mendukung oppa bagaimanapun caranya..cepatlah sadar!! jika besok oppa belum sadar juga, aku benar-benar akan kehilangan oppa untuk selamanya..aku tidak mau itu terjadi..” kataku dengan air mata yang mungkin hampir membanjiri ruangan ini. Aku tidak sanggup berbicara lagi karena air mata ini terus saja keluar tanpa henti.

Minho mendengar semua yang kukatakan pada Hankyung oppa sejak awal, dia pun ikut menangis. Dia baru sadar kalau orang yang selama ini aku sukai adalah Hankyung oppa. Minho pelan-pelan mundur dan pergi keluar dari ruangan itu, dia membiarkan aku di dalam menemani Hankyung oppa.
Kibum dan Kyuhyun oppa datang untuk membawakanku makan siang. Sesampainya mereka di depan ruangan ICU tempat Hankyung dirawat, mereka mendengar suara nyanyian yang berasal dari dalam ruangan Hankyung. Suara itu serak dan sepertinya suara yang sambil menangis.

You are the one ojig nomani ne sarang..You are the sun tasuhi gamsaon miso..You are my love to na yogshi gudemane ojig dan han saram..onjekajina gyothe issoyo..”

Mereka masuk ke ruangan itu dan melihat aku menangis sambil menyanyikan lagu itu. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan supaya Hankyung segera sadar.

Kalaupun Hankyung sadar dan sama sekali tidak mengenaliku, gwenchanayo..aku hanya tidak ingin kehilangan dia..yang terpenting bagiku adalah dia segera sadar dan keadaannya bisa kembali membaik..tidak masalah bagiku jika dia benci atau tidak mengenaliku sama sekali..” kataku dalam hati.

“Gwenchanayo,EunWoo??” tanya Kyuhyun oppa.
“Gwenchana,oppa..” jawabku lemas karena sudah terlalu banyak menangis.
Kibum oppa menyodorkan kimbap untuk makan siangku, aku benar-benar tidak punya selera makan lagi. Tapi dari pada aku kelaparan, lebih baik aku makan saja walaupun sedikit. Setelah makan, aku jalan-jalan ke taman rumah sakit dengan Kibum oppa.

“EunWoo ya..oppa liat sepertinya kamu sayang banget sama Hankyung..” kata oppa padaku.
“Ye..” kataku pelan.
“Kamu tidak pilih salah orang untuk disukai..sebenarnya sejak kamu masuk kampus, dia selalu memperhatikanmu..dia melihatmu sewaktu kamu memainkan piano dan bernyanyi lagu ‘My Everything’..” jelas oppa.
“Jinjja??tidak mungkin dia selalu perhatiin aku..dia aja cuek banget sama aku..” kataku lagi.
“Hankyung orangnya memang agak cuek..dia agak tertutup, jadi kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya..” kata oppa lagi.
“Owh..” kataku.

Pikiranku sedang kacau, aku takut jika besok Hankyung oppa belum sadar juga, aku harus bersiap untuk kehilangan dia untuk selamanya.
Malamnya aku menginap di rumah sakit untuk menjaga Hankyung oppa. Aku seperti mendengar Hankyung oppa memanggilku, serasa dalam mimpi. Aku terbangun dari tidurku dan melihat pada jam yang tergantung di dinding, 01.00 AM. Aku melihat ke tempat Hankyung oppa berbaring, dia memandangiku dan dengan nafas terengah-engah memanggilku. Aku terkejut dan langsung berlari ke hadapannya.

“Hankyung oppa..gwenchanayo??chamkanman, aku panggilkan dokter..” kataku dan bergegas berlari keluar.
“Gwenchanayo..aku mendengar semua yang kamu katakan..” katanya lemas sambil menarik tanganku.

~ FOUR ~

Para dokter pun datang dan mulai memeriksa keadaan Hankyung. Hatiku mulai tenang karena Hankyung oppa sudah sadar.
Tapi apa yang dia maksud tadi?dia mengatakan bahwa dia mendengar semua perkataanku..atau dia sudah tahu perasaanku padanya?” pikirku.

Dokter mengatakan bahwa keadaannya sudah mulai membaik dan 2 hari lagi sudah diperbolehkan untuk pulang. Aku masuk kembali ke ruangan tempat Hankyung oppa dirawat.
“Siapa yang membawaku ke rumah sakit ini?” tanyanya padaku.
“Aku yang membawa sunbae ke rumah sakit..” kataku pelan.
“Gomawo..nega EunWoo, Kibum dongsaeng..kurae??” katanya lagi.
“Ye.. EunWoo-imnida..” jawabku.
“Mianhae kalo aku agak cuek padamu..” katanya.
“Gwenchanayo, sunbae..” jawabku.
“Jangan panggil sunbae, panggil oppa aja biar kelihatan akrab..” katanya lagi.
“Ye,oppa..” jawabku. Rasanya dingin sekali percakapan antara aku dan Hankyung oppa. Mungkin karena aku tidak pernah berkomunikasi dengannya.

Terasa kaku sekali, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku belum sempat mencuci mukaku, mungkin Hankyung oppa bisa melihat mataku yang bengkak karena menangis dari kemarin. Tiba-tiba dia melontarkan kata-kata yang membuatku terkejut.
“Hankyung oppa neomu joahae..” katanya.
“Ye??” jawabku terkejut. Sepertinya dia sudah tahu perasaanku, “Dari mana dia tahu kalo aku pernah mengatakan hal itu??Apa itu yang dia maksud kalo dia mendengar perkataanku??” pikirku.

“Kata-kata ini,kan yang kamu katakan sewaktu aku terbaring kritis tidak sadarkan diri??” tanyanya.
“Hah?!” aku mulai bingung bagaimana menjawabnya.
“Pada saat itu, aku cuma bisa mendengar suara cewek yang mengatakan kata-kata itu..aku tadi bertanya pada dokter,siapa cewek yang selalu ada disini menjagaku..katanya kamu,EunWoo..” jelasnya.
“Ye..” jawabku singkat.
Aku tidak mau kehilangan Hankyung..walau dia cuek padaku, tapi dia tetap adalah orang yang kusayangi..aku berjanji setelah dia sadar nanti, jika dia tetap cuek dan tidak perduli padaku atau bahkan tidak suka padaku, aku akan mundur dan tetap menganggap ‘You are the one’ in my heart forever..” katanya lagi.

Sekali lagi aku mendengar kata-kata yang seharusnya aku simpan dalam hatiku.
Kenapa oppa bisa tahu isi hatiku..kata-kata itu aku ucapkan dalam hati dan tidak pernah aku lontarkan keluar..” kataku dalam hati.

“Kamu suka sama aku,ya??” tanyanya padaku. Benar-benar merupakan pertanyaan yang sangat sulit aku jawab.
“Ehmm..ye..neomu joahae,oppa..” kataku pelan karena aku malu.
“Na do joahae..” jawabnya.
Aku terkejut dengan jawabannya, sepertinya aku masih berada dalam mimpi yang sangat panjang.

“Aku sudah tahu perasaanmu dari Kibum, tapi aku coba untuk cuek padamu..aku ingin lihat tingkah lakumu,apakah kamu sama dengan cewek-cewek yang setiap hari berteriak tidak karuan itu atau tidak..dan aku meminta adikku, Minho mendekatimu..ternyata perasaanmu tetap tidak berubah padaku..sewaktu aku kecelakaan,kamu menangis berhari-hari..” jelasnya.
“Oppa tahu dari mana aku menangis berhari-hari?” tanyaku.
“Itu matamu bengkak gitu..kalo bukan karena nangis,jadi karena apa??” katanya sambil tersenyum.

Akhirnya aku bisa melihat senyum Hankyung oppa lagi. 2 hari kemudian, Hankyung oppa pun sudah diperbolehkan keluar rumah sakit. Besoknya dia mulai masuk kampus dan menjalani kegiatannya seperti biasa di kampus.
Akhirnya aku bisa melihat dia bermain musik, mendengarnya bernyanyi, melihatnya bermain basket dan melihatnya menari lagi. Aku kangen dengan saat-saat seperti ini, sepertinya sudah lama aku tidak melihatnya selincah ini.
Dan pada saat ini mungkin aku adalah cewek yang paling bahagia di dunia karena aku sudah mempunyai status, Hankyung yoja chingu. Aku tidak lagi kehilangan dia, ini semua tidak lagi adalah mimpiku tapi sudah menjadi nyata di kehidupanku.

Aku senang punya Kibum oppa yang selalu sayang padaku. Aku senang punya Kyuhyun oppa yang selalu mendukung apa yang aku lakukan. Aku senang punya Minho yang selalu menjadi sahabatku. Dan terakhir aku juga sangat senang punya Hankyung yang mencintaiku apa adanya.

“You are the one in my heart, no one else..”



                                                - THE END -

Kamis, 09 Februari 2012

In Relationship with......

Suatu tempat di Seoul, tempat yang sangat ingin aku kunjungi namanya Donghae City. Aku baru saja tiba di Seoul 1 jam yang lalu dan sekarang aku berada di dalam taxi yang sedang melaju ke apartemen sahabatku yang kebetulan tinggal di Seoul. Tujuan utamaku datang ke Seoul adalah mencari namja chingu-ku yang kuliah dan kerja disini 5 tahun lalu. Jika sedang liburan, dia akan datang ke Beijing menemuiku. Karena 2 tahun terakhir ini tidak ada kabar apapun darinya, aku memutuskan untuk datang ke Seoul mencari dan menemuinya.
“Apa dia uda menikah disini yah? Atau sesuatu yang buruk terjadi padanya? Meninggal mungkin..” kataku dalam hati menerka-nerka apa yang terjadi.

Aku lupa memperkenalkan diriku setelah ngoceh panjang lebar dan berpikir yang tidak masuk akal. Namaku Veronica, nama koreaku Songphae. Tahun ini, aku berusia 21 tahun dan statusku ‘in relationship’.
Aku sepertinya duduk di taxi ini sudah sekitar 30 menit dan tempat yang aku tuju belum kunjung tiba, pantatku siap-siap mengeluarkan asap saking lamanya duduk. Taxi itu tiba-tiba berhenti di tepi jalan, tepat di depan sebuah gedung yang tinggi besar.
“Sudah sampai di tempat tujuan anda..” kata supir taxi itu padaku.
“Kamsahamnida..” kataku berterima kasih dan segera melompat turun dari taxi sebelum taxi itu terbakar karena pantatku yang sudah panas.
Aku berjalan masuk ke dalam gedung yang tinggi besar itu dengan travel bag yang aku seret-seret dan sebuah ransel yang tergantung di punggungku. Di dalam lobby gedung itu banyak kursi-kursi tunggu dan orang-orang pada duduk bersantai sambil ngobrol disana.
“Songphae ya..” teriak seseorang yang mungkin itu adalah sahabat tercintaku.
Aku menoleh dan melihatnya melambaikan tangan ke arahku. Aku berjalan menghampirinya yang sudah berubah total dari waktu terakhir aku bertemu dengannya. Badannya langsing, tinggi, wajahnya bersih dan kulitnya terlihat sehat.
“Kyura, kau sudah berubah sekarang..kau kerja apa disini? Model? Atau artis?” tanyaku heran dengan perubahannya itu.
“Ah~ kau bisa saja..aku jadi manager yang ngurus pembangunan resort di Donghae City..” jawab Kyura.
“Mwo?! Donghae City?? Itu tempat yang sangat ingin aku kunjungi..” kataku kegirangan.
“Ya, aku tahu itu..Yuk, kita ngobrol di dorm saja..” kata Kyura sambil berjalan menuju lift dan aku mengikutinya dari belakang.

>>>>> Sesampainya di dorm Kyura

Aku masuk ke dalam dorm sahabatku, Kyura, terlihat sangat bersih dan semua tertata rapi. Kyura menunjukkan sebuah kamar yang bisa aku tempati.
“Kapan kau berencana mencari namchin-mu itu?” tanya Kyura padaku yang sedang sibuk menata barang-barangku.
“Mungkin besok, kau bisa mencarikan pekerjaan untukku?” jawabku dan balik bertanya lagi pada Kyura yang berdiri di dekat pintu kamarku.
“Pekerjaan? Memangnya kau akan tinggal di Seoul selamanya?” tanya Kyura heran.
“Ya..aku ingin memulai kehidupan disini, di tempat dan suasana yang baru..” kataku sambil tersenyum ke arah Kyura.
“Okay..aku akan membantumu mencari pekerjaan..kau sudah tahu alamat tempat tinggal namchin-mu? Siapa itu namanya?” tanya Kyura sambil memutar otaknya untuk memikirkan nama seseorang.
“JungSoo, Nathan..aku sudah tahu alamatnya dari saudaranya di Beijing..” jawabku santai.
“Ah~ iya, JungSoo..kau bisa bawa mobil? Ada mobilku yang nganggur, kau bisa memakainya jika kau perlu..” kata Kyura padaku.
“Gimana aku pakai mobilmu kalo aku tidak tahu jalan?” keluhku tanpa melihat ke arah Kyura.
“Iya..2 hari mulai besok, aku temani kau keliling Seoul..biar kau tahu jalan dulu..” kata Kyura sambil berjalan meninggalkan kamarku.
Aku menyusun semua pakaianku ke dalam lemari baju yang tersedia dan menyusunnya dengan rapi. Kadang pikiranku masih tertuju pada wajah JungSoo, aku rindu padanya. Aku merogoh ke dalam saku celanaku dan mengeluarkan ponselku, aku memandangi foto yang terpampang di wallpaper ponselku, foto aku dan JungSoo terlihat sangat mesra.
Setelah selesai menyusun barang bawaanku, aku berjalan keluar kamar dan menghampiri Kyura yang sibuk di dapur menyiapkan makan siang. Aku mengambil gelas kosong, mengisinya dengan air mineral dan duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan.
“Kau rindu pada JungSoo??” tanya Kyura tanpa menoleh ke arahku.
“Ya, sangat rindu..2 tahun tidak ada kabar apapun darinya, ponselnya tidak bisa dihubungi dan tidak ada kiriman email darinya..” jawabku dengan wajah yang sedih.
“Aku pernah bertemu dengannya ketika dia kembali dari Beijing..tapi 2 tahun terakhir ini, sama sekali tidak nampak lagi sosok JungSoo di tempat kerjanya..” jelas Kyura dengan tangan yang sibuk memotong sayuran.
“Kau satu kantor dengannya?” tanyaku agak heran.
“Aku tidak satu kantor dengannya..kantorku ada menjalin kerja sama dengan kantor tempat JungSoo bekerja, jadi kadang dia datang ke Donghae City untuk melihat perkembangan resort itu..tapi 2 tahun terakhir ini, dia tidak pernah datang lagi dan posisinya di kantor sudah diganti orang lain..” jelas Kyura.
“Kemana dia pergi sebenarnya? Apakah dia sudah melupakanku dan memiliki pacar baru disini? Apakah sesuatu yang buruk terjadi padanya?” gumamku dengan perasaan yang gusar.
“Sudahlah, kau tidak perlu berpikir yang lain-lain..kita hanya bisa berharap dia baik-baik saja sekarang ini..” kata Kyura.
Makan siang selesai, kami pun menyantapnya sambil ngobrol karena sudah lama kami tidak bertemu.

***

Hari semakin larut, aku belum kunjung tertidur. Aku bangkit dan duduk di tempat tidur yang empuk itu, sesekali melihat keluar jendela yang memancarkan sinar dari luar dan samar-samar masuk ke dalam kamarku. Aku mengambil ponselku dan melihat layarnya, 01.00 AM.
“Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tidak bisa tidur sama sekali? Perasaanku benar-benar terasa sangat tidak enak, rasanya aku ingin berteriak sekerasnya..” gumamku sendiri dalam kegelapan di kamarku.
Mataku tertuju pada foto JungSoo di layar ponselku, mungkin ini adalah rasa rindu bercampur khawatir dengan apa yang terjadi dengannya.
“2 tahun tidak ada kabar darimu, sebenarnya kau ada dimana, JungSoo ya? Kenapa kau harus membuatku menjadi seperti ini? Rindu, khawatir dan takut..” kataku sambil memandangi wajah JungSoo di layar ponselku.
Aku mencoba untuk berbaring dan memejamkan mataku, berusaha untuk tidur. Tapi malah aku bermimpi, mimpi yang sangat menakutkan.

Aku berjalan di tepi jalan raya dan di jalan raya banyak sekali mobil yang lalu-lalang dengan kecepatan yang tidak bisa diduga. Aku menghentikan langkahku di satu titik dan tiba-tiba mendengar suara hantaman yang sangat keras seperti ada bom yang diletakkan tepat di sampingku. Aku menoleh ke kanan dan pandanganku terhenti pada 2 buah mobil yang bertabrakan karena kecepatan yang sangat kencang. Salah satu mobil itu meledak dan terbakar dengan api yang berkobar-kobar, mobil satunya lagi terbalik.
Aku melihat ada seseorang yang tergeletak di lantai sepertinya tercampak dari salah satu mobil itu. Aku berjalan mendekat karena saat itu tidak ada seorangpun disana untuk menolong atau apapun. Jalan aspal di sekeliling orang itu penuh dengan noda darah, wajahnya luka-luka dan bajunya yang mungkin dulunya bersih, sekarang sudah bernoda darah bercampur dengan oli mobil. Aku menghentikan langkahku setelah melihat jelas wajah orang itu.
“Tidak! Tidak! Aku pasti salah mengenal orang..” gumamku dalam hati.
Aku mengusap mataku sesekali untuk memastikan apa yang aku lihat ini. Aku mendekat lagi dan jongkok tepat di samping orang itu.
“Apa aku gila mengira orang ini adalah JungSoo? Bukan, ini pasti bukan JungSoo..mungkin orang ini kebetulan mirip dengannya..” gumamku lagi.
Aku melihat plat kedua mobil yang bertabrakan itu, aku mengenal plat mobil yang terbalik itu.
“Itu mobil JungSoo..” teriakku.
“Songphae ya, kenapa kau ada disini? Aku sangat jelek hari ini, kau jangan memandangiku..” kata orang itu terbata-bata sesekali batuk-batuk.
“JungSoo..benar kau adalah JungSoo?” tanyaku panik.
“Ya, JungSoo namchin yang paling kau cintai..” jawabnya pelan.
Aku mengangkat setengah tubuhnya dan memeluknya dengan erat, pakaian dan tanganku semua adalah noda darah.
“JungSoo, kenapa kau tidak ada kabar selama ini? Kau kemana saja? Aku rindu padamu..tolong jangan tinggalkan aku, kau harus tetap hidup dan selalu bersamaku..” kataku sambil menangis.
“Sorry, sepertinya aku tidak bisa bertahan lagi..sakit dan sangat sakit sekali..” kata JungSoo lagi.
“Tidak! Kau harus bertahan, aku akan mencari bantuan..” kataku sambil menoleh ke sekeliling tapi tidak menemukan siapapun.
Jalan yang tadinya ramai dengan mobil, sekarang sepi dan tidak ada siapapun disana.
“Tolong! Seseorang tolong aku! Tolong selamatkan JungSoo!” aku berteriak dengan suara yang sangat keras sambil memeluk JungSoo.
Aku merasa pria yang aku peluk itu melemah dan tidak bertenaga lagi seperti orang yang tidak bernyawa. Aku menyentuh dadanya tepat dimana jantungnya berada, diam dan tidak berdetak lagi.
“Andwe! Andwe! JungSoo ya..JungSoo!!!!” teriakku menangis sambil memeluk tubuh JungSoo yang sudah tidak bernyawa itu.

Aku terbangun dari tidurku, keringat dingin di sekujur tubuhku, nafasku terengah-engah dan rasa takut menyelimutiku. Takut kalau mimpi itu akan menjadi kenyataan. Aku memegang ponselku erat-erat dan menatap ke layarnya.
“Aku takut, JungSoo ya..” kataku.

***

Aku tidak tidur dari kemarin malam, wajahku terlihat kusam dan aku terus menguap karena tidak cukup tidur.
“Kau kenapa? Dari tadi menguap saja kerjamu..” kata Kyura yang memandangiku.
“Aku tidak bisa tidur kemarin, mimpi buruk saja..” jawabku singkat.
Kyura menyodorkan sebuah piring yang berisi beberapa kimbap dan segelas susu untuk sarapanku.
“Sarapan dulu, nanti aku temani mencari alamat JungSoo..” kata Kyura sambil berjalan menuju kamarnya.
“Kyura, kau tidak sarapan?” tanyaku pada Kyura yang berjalan melewatiku.
“Aku sudah sarapan dari tadi, sekarang aku bersiap ganti baju dulu..” jawab Kyura dan menghilang ke balik pintu kamarnya.
Aku menyantap sarapan yang sudah disediakannya untukku. Setelah selesai sarapan, aku masuk ke kamarku untuk berganti pakaian. Setelah selesai semuanya, aku mengikuti Kyura ke basement tempat mobilnya diparkirkan.
“Mana alamat JungSoo?” tanya Kyura padaku setelah kami duduk di dalam mobil.
Aku merogoh ke dalam tas kecil yang kubawa, mengeluarkan secarik kertas yang lengkap dengan alamat JungSoo dan memberikannya pada Kyura. Kyura melihat dan membaca alamat yang tertulis di kertas itu, lalu ia melajukan mobilnya keluar dari basement.
“Kau tidak kerja hari ini?” tanyaku pada Kyura yang sedang konsentrasi pada jalan di depannya.
“Ani..hari ini dan besok aku cuti untuk istirahat..” kata Kyura tersenyum.
“Jadi proyek resort itu, siapa yang menanganinya selama kau cuti?” tanyaku lagi.
“Cowok ganteng..cowok yang jadi asistenku yang akan mengawasi disana..” jawabnya dengan wajah berser-seri.
“Kau suka dengan cowok itu?” tanyaku penasaran.
“Pasti..dia, kan namchin-ku yang hari itu aku kenalin loh..” jawab Kyura tertawa.
“Marcus?? Dia kerja satu kantor denganmu dan menjadi asistenmu?” kataku tersenyum.
“Ya..siapa lagi kalau bukan Marcus?” jawab Kyura.
Hening beberapa saat karena kami tenggelam dalam pikiran kami masing-masing. Aku menatap keluar dari jendela mobil, berharap menemukan sosok JungSoo berjalan di tengah keramaian jalan. Tapi semua itu hanya imajinasiku saja. Tiba-tiba mobil berhenti dan Kyura mematikan mesin mobilnya, aku melihat sekeliling dan tidak tahu ada di depan rumah siapa.
“Rumah ini mungkin tempat JungSoo tinggal, alamatnya sudah sesuai dengan yang ditulis di kertas ini..” kata Kyura sambil menunjuk sebuah rumah yang lumayan besar.
Kami turun dari mobil dan aku mengambil kembali kertas yang berisi alamat JungSoo. Aku melihatnya dan memastikan bahwa alamat ini tidak salah. Kyura menekan bel yang ada di samping pintu rumah itu dan menunggu supaya ada orang yang membukakan pintu. Aku pun mencoba menekan bel beberapa kali, tapi tetap saja tidak ada yang membukanya.

“Kalian mencari siapa?” tanya seorang wanita tua yang keluar dari rumah sebelah.
“Halmoni kenal dengan orang yang tinggal di rumah ini?” tanya Kyura.
“Siapa nama yang kalian maksud?” tanya wanita tua itu heran.
“Park JungSoo..halmoni kenal dengan dia?” tanyaku.
“Ah~ JungSoo?? Dia tidak tinggal disini lagi..rumah ini sudah dijual dan ditempati orang lain..” jelas wanita tua itu.
“Sejak kapan dia tidak tinggal disini lagi? Halmoni tahu dia tinggal dimana sekarang?” tanyaku cepat.
“2 tahun yang lalu..dengar kabar, dia mengalami kecelakaan dan sudah meninggal, rumah ini dijual kepada orang lain oleh orang tuanya..sayang sekali dia meninggal di waktu muda, padahal dia sangat baik dan ramah..” jelas wanita tua itu dan terpancar kesedihan dari wajahnya.
Mataku membelalak mendengar penjelasan dari wanita tua itu, jantungku rasanya sudah berhenti berdetak, tubuhku kaku dan aku tidak sanggup mengeluarkan suara untuk menanyakan apapun lagi. Kyura menatapku dengan cemas karena ia juga terkejut dengan kabar itu.
“Halmoni yakin dengan kabar itu?” tanya Kyura untuk memastikan.
“Ya, aku yakin..berita itu ada masuk di salah satu koran dan dikatakan bahwa mobilnya meledak serta mayatnya tidak dikenali lagi..” jelas wanita tua itu.
Air mataku mulai keluar tapi tubuhku terasa kaku dan tidak bisa bergerak. Rasanya aku sangat ingin berteriak pada Tuhan meminta jawaban yang sebenarnya tentang semua ini. Hatiku memberontak dengan semua kabar yang aku dengar ini.
“Kalian siapanya JungSoo?” tanya wanita tua itu lagi.
“Saya Kyura, sahabat JungSoo..dan ini Songphae, pacar JungSoo..” jelas Kyura.
“Oh~ ini pacarnya JungSoo? Sebentar..” kata wanita itu dan berjalan tergopoh-gopoh masuk ke dalam rumahnya serta keluar dengan tangan yang memegang sebuah kotak. “Ini untuk Songphae, pacar JungSoo..sehari sebelum kecelakaan, JungSoo menitipkan ini padaku untuk disimpan..” kata wanita itu sambil menyodorkan kotak itu padaku.
Aku menerima kotak itu dengan air mata yang terus mengalir. Kabar ini benar-benar membuatku ingin bunuh diri. Kyura segera pamit dengan wanita tua itu dan menuntunku masuk ke dalam mobilnya. Kyura takut aku tidak akan kuat bertahan lama disini.
“Marcus, odiya? Kau bisa tinggalkan pekerjaan itu hari ini? Aku perlu kau sekarang..” kata Kyura dengan Marcus yang dihubunginya dengan ponsel.
“Wae? Apa yang terjadi? Kau ada dimana sekarang?” tanya Marcus di ujung sana.
“Nathan sudah meninggal, Songphae sangat terpukul setelah mendengar kabar ini..kau langsung ke apartemenku saja, aku menunggumu disana..” kata Kyura dan memutuskan pembicaraan mereka.
“Kenapa harus JungSoo? Kenapa Tuhan sangat kejam mengambilnya dariku? Aku bahkan belum bertemu dengannya, belum melihatnya untuk terakhir kalinya, belum sempat mengatakan apapun padanya..bagaimana dengan hidupku ke depan tanpa JungSoo? Ottokhe?” gumamku dan membuat Kyura menatapku.

***



To Be Continued~