오늘은 우리의 특별한 날이.. 가족과 함께 아주 특별한 일, VG SELA 가족 같은..우리는 모든 교회에서 관계는 공연을 개최 모여..
우리 음식을 많이 앞에서 식사 이벤트 기간 동안 일을 많이는 매우 유혹적입니다..생일 케이크, 전형적인 한국 음식을 kimbap, 튀긴 국수, 푸딩, 젤리 그리고 어떤 간식..
첫째, 우리는 여행 슬라이드 VG SELA에 관한 이야기를 게시.. 그럼 우리가기도로 행사를 열었.. 기도 후에, 우리는 생일 케이크를 제외하고 사용할 수있는 모든 음식을 먹기 시작.. 식사 우리가 앉아서 노래를 들으며 서로 채팅을 시작, 완료.. 우리가 기다려 왔던 그래서 마지막 이벤트가 곧 그것을 먹는 생일 케이크를 절단하는 것입니다..
다 끝나면, 우리 모두가 서로 아주 더러운 있던 방을 청소하는 데 도움이.. 이벤트가 끝나면 우리는 다시 나머지 그들의 가정에 있었다..
VG의 SELA는, 파이팅!!
Selasa, 17 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
Forever You (Script)
KKKKRRRRIIIIIIIIIIIINNNNNNNGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Lee JunSu terbangun dari tidurnya ketika mendengar alarm berbunyi dan melihat ke jam weker yang terletak disamping tempat tidurnya, 07.00 AM.
JunSu: Haihz.merusak mimpi gue aja ni alarm.. (berjalan menuju kamar mandi pribadi di kamarnya)
Lee JunSu mempunyai orang tua yang kaya raya, pemilik dari salah satu universitas terkenal di Seoul. Dia selalu mempunyai kehidupan yang mewah, tapi dia bukan cowok yang sombong. Dia sangat berprestasi di kampus tanpa ada bantuan sedikitpun dari orang tuanya alias sogokan kepada dosen. Cowok yang berusia 21 tahun ini adalah cowok terpopuler pertama di kampus karena selain dia pintar, dia juga mempunyai wajah yang super cute dan dia juga pintar dengan hal yang berbau musik.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, JunSu berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan untuk menikmati sarapannya.
JunSu: YA!!! JunHee ya..apa yang kau lakukan??
JunHee: Ah..oppa..aku hanya mencoba sedikit dari sarapanmu..
Lee JunHee adalah adik kandung perempuan dari JunSu ini juga mempunyai kepribadian yang baik dan tidak sombong. JunHee sangat mahir bermain piano ini adalah cewek yang terkenal feminim di kampus. Cewek yang berusia 19 tahun ini adalah cewek yang selalu diincar oleh setiap cowok di kampusnya.
JunSu: Noona, odieya?? (duduk sambil menyantap sarapannya)
JunHee: Molla..lagi make up x di kamarnya..
JunRi: Mwoya??kenapa kalian selalu ribut kalau aku belum ada di ruang makan pada jam segini??
Lee JunRi adalah anak perempuan tertua, kakak kandung dari JunSu dan JunHee. Sifatnya sangat berbeda dengan kedua adiknya, dia sangat sombong dan suka memamerkan kekayaannya pada orang lain. JunRi adalah salah satu senior di kampus yang sangat tidak disukai orang karena sifatnya itu. Cewek yang berusia 23 tahun ini sangat anti dengan orang miskin dan selalu memilih-milih teman saat bergaul.
Setelah selesai sarapan, mereka bertiga berangkat ke kampus dengan kendaraan yang berbeda.
>>>> Di Kampus...
JunSu datang dengan mengendarai sport car dan memarkirkan mobilnya itu di tempat yang sudah disediakan. Ia turun dari mobilnya dengan sebelah bahu menjinjing tas yang berisi buku-buku dan sebelah tangan memegang tas biola, ia berjalan menghampiri teman-temannya yang sedang duduk di taman kampus.
JunSu: YA!!! (menepuk bahu Kevin, sahabatnya)
Kevin: Akhirnya cowok cute di kampus ini datang juga.. (tertawa)
JunSu: Mwoya?! Ah.. (teringat sesuatu) HyunJae ya..nih lagu-lagu yang kau minta kemarin.. (memberikan flashdisc padanya)
Kevin dan HyunJae adalah sahabat dari JunSu. Kevin berasal dari keluarga berada sama seperti JunSu, tapi HyunJae berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya. Kevin sangat mahir memainkan gitar, pintar dalam hal musik dan mempunyai wajah yang tampan. Karena itu, dia adalah cowok terpopuler kedua di kampus setelah JunSu. Sedangkan HyunJae sangat mahir memainkan drum, pintar menciptakan lagu dan mempunyai wajah yang cool ini adalah cowok terpopuler ketiga di kampus.
Sebuah mobil yang elegan masuk ke kampus dan parkir tepat di samping sport car milik JunSu. JunHee turun dari mobil itu bersama seorang cewek yang adalah sahabatnya, HyunNa.
JunHee: (melambaikan tangan ke arah JunSu) oppa.. (tersenyum dan menoleh ke arah sahabatnya) Nana ya..yuk, kita kesana sebentar.. (menunjuk ke tempat JunSu berada)
HyunNa: Ye..khaja.. (tersenyum)
HyunNa, biasa di panggil Nana ini adalah adik kandung perempuan dari sahabat JunSu, HyunJae sekaligus adalah sahabat JunHee. Nana sangat mahir memainkan biola dan gitar, mempunyai suara yang bagus dan sangat elegan seperti model ini adalah cewek yang bukan dari keluarga kaya. Dia dan HyunJae hanya tinggal berdua di sebuah apartemen.
JunSu: Annyonghaseyo, Nana..kau koq tidak ikut HyunJae datang ke kampus?
HyunNa: Aku sudah janji dengan JunHee untuk berangkat bersama.. (melihat ke HyunJae) oppa..kau sudah sarapan?
HyunJae: (menggelengkan kepala)
Nana segera menarik tangan HyunJae dan berjalan ke tempat yang agak jauh dari yang lain supaya pembicaraan mereka tidak di dengar.
HyunNa: Oppa michyeoso?haihz.kau bisa sakit maag kalau gak makan..kau mau masuk rumah sakit lagi??
HyunJae: Anieyo..kau mau suru aku bayar pakai apa??aboji belum mengirimkan kita uang bulanan..haihz.
JS: (menghampiri mereka) Wae??Yuk kita ke kantin..
HyunJae dan Nana terkejut dengan kehadiran JunSu. Mereka serentak memandangi JunSu yang mengajak mereka makan di kantin.
JunSu: Tenang..gue traktir deh.. (menepuk bahu HyunJae) Khaja..
>>>> Di Kantin
HyunJae: JunSu ya..aku merasa gak enak denganmu, setiap kali mau makan pasti kau yang traktir..
JunSu: Gwenchana..itu gunanya teman, kita bisa saling membantu.. (tersenyum)
Kevin: Kami tahu kau bukan dari keluarga yang kaya seperti kami, kau harus berbagi dengan Nana..kami sebagai sahabat masih bisa mengerti kehidupan kalian..
JunSu: Hei.. (menepuk Kevin) sejak kapan kau jadi perhatian dengan kehidupan HyunJae?
Kevin: Bukan HyunJae saja, tapi Nana juga..
HyunJae: Nana?? Kau suka dengan Nana??
Kevin tidak berani menjawab pertanyaan mereka itu, sepertinya mereka sudah bisa menebak perasaannya. Sejak baru masuk kuliah dan bertemu HyunNa, Kevin sudah mengincar cewek itu tapi sepertinya HyunNa tidak begitu open dengan usahanya. Jam pelajaran pertama sudah akan dimulai, mereka memasuki kelas mereka dan memulai pelajaran hari itu.
Di tengah pelajaran, Kevin melamun dan terus melihat ke kelas seberang.
JunSu: (menepuk Kevin) Hei..apa yang ada di otakmu??melamun aja dari tadi..
Kevin: (tersentak) tadi aku nampak Nana keluar dari kelas, mukanya agak pucat gitu..
HyunJae: Hah?! Pucat?? Yang benar, Kevin..
Kevin: Iya..itu kau liat aja sendiri.. (menunjuk ke Nana yang berjalan menuju kelasnya)
HyunJae langsung meluncur keluar dari kelas dan menghampiri Nana, adiknya yang lemas dan pucat. Dia langsung memegang tangan Nana karena adiknya kelihatan tidak bertenaga.
HyunJae: Dongsaeng ya..wae kurae??
HyunNa: Gwenchana, oppa..perutku sakit dari tadi, bentar lagi juga uda sembuh..
HyunJae: Apanya yang gak apa-apa??mukamu uda pucat gitu..
Tiba-tiba saja HyunNa terduduk di lantai dan pandangannya mulai kabur, ia hanya mendengar orang-orang di sekitar berteriak memanggilnya dan ada yang segera mengangkatnya.
Kevin: Nana ya.. (berlari ke arah HyunJae yang memegangi Nana)
JunSu: Kalian ngapaen masi bengong disini?? Cepat naikkan dia ke punggungku..
JunSu membawa HyunNa ke mobilnya disusul HyunJae dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat. JunSu memasukkan HyunNa ke ruang VIP di rumah sakit itu supaya dapat perawatan yang lebih baik.
HyunJae: Ruang VIP??gimana aku bisa bayar biayanya, pasti sangat mahal.. (katanya pada diri sendiri)
JunSu: (menepuk bahu HyunJae) Gak usa pikir soal biaya..yang penting Nana bisa sembuh.. (duduk disamping HyunJae) Biayanya nanti aku yang urus..
HyunJae: Biayanya besar, koq pakai uangmu?? Andwe..aku gak mau berhutang terlalu banyak padamu, JunSu ya..
JunSu: Aku lebih mementingkan kesembuhan HyunNa.. (menyandarkan badan ke sandaran kursi)
Kevin berlari-lari di koridor rumah sakit dan duduk bersama HyunJae dan JunSu.
Kevin: HyunNa odieya?? Gimana keadaannya??
JunSu: Lagi diperiksa dokter di ruang VIP..kau tenang saja, dia pasti baik-baik aja..
Kevin: Biayanya aku yang urus yah?? (bangkit dari tempat duduk)
JunSu: (menahan Kevin) Kau duduk aja, biayanya uda aku urus semua..
HyunJae: JunSu ya..
JunSu: Sudahlah..Nana adikmu sudah seperti saudara kami sendiri, jadi kau jaga saja dia dengan baik..
Setelah dokter selesai memeriksa HyunNa, ketiga cowok itu dan JunHee masuk ke ruangan HyunNa. Mereka masih melihat HyunNa belum sadar dan masih terbaring lemas. HyunJae berdiri disamping tempat HyunNa terbaring dan memegang tangannya dengan erat.
HyunJae: Nana ya..gwenchana??cepatlah sadar.. (menahan air mata yang hampir keluar)
Karena melihat HyunJae sepertinya hanya ingin berdua dengan adiknya, JunSu, Kevin dan JunHee keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka berdua. JunSu berdiri tepat disamping pintu kamar HyunNa dan mendengar semua perkataan HyunJae pada adiknya itu. JunSu merasa sangat gelisah sepertinya dia juga sedang mengalami hal yang menimpa HyunJae sekarang. Ia berjalan menuju atap rumah sakit untuk menghirup udara segar disana.
JunSu: Apa yang terjadi padaku sebenarnya?? Kenapa aku merasa sangat khawatir melihat keadaan HyunNa?? Aku bukan oppa-nya juga bukan namja chingu-nya, kenapa aku begitu gelisah??
JunHee: Gelisah?? Itu tandanya oppa suka pada Nana..
JunSu: Suka?? Anieyo..aku gak mau bersaing dengan sahabatku sendiri..
JunHee: Nugu?? Kevin?? Dia tampaknya biasa aja liat keadaan Nana..dari tadi cuma oppa dan HyunJae yang kelihatan panik..
JunSu: Kalaupun aku suka padanya, belum tentu dia suka padaku..
JunHee: Oppa..apa karena JunRi onni yang tidak suka dengan Nana?? Aku rasa kau bisa menebak perasaan Nana ada pada siapa.. (pergi)
JunSu masih bingung dengan perasaannya sendiri tapi setelah dia berpikir sangat lama, ia tahu apa yang dia rasakan pada HyunNa. Ketika JunSu kembali ke ruangan HyunNa, ia melihat cewek itu sudah sadar dan sedang ditemani Kevin.
Kevin: Nana..gwenchana?? apa kau merasa lebih baik??
HyunNa: Ye..gwenchana..feel more better now, oppa..
Kevin: HyunJae pulang sebentar ke apartemen untuk mengambil keperluan, jadi aku yang akan menemanimu disini..
HyunNa: (mengangguk) Oppa..JunSu oppa odieya??
Kevin: JunSu?? Dia ada di atap rumah sakit menghirup udara segar katanya..wae??
HyunNa: Anieyo..just ask you, oppa.. (tersenyum)
JunHee: (masuk) Annyonghaseyo uri Nana.. (tersenyum)
HyunNa: JunHee ya..
JunHee: Nana ya..aku pinjam Kevin sebentar yah?? (menarik Kevin keluar)
Kevin mengikuti JunHee ke atap rumah sakit.
Kevin: Ngapain kita disini??
JunHee: Aku ingin bicara padamu..apa kau benar-benar suka dengan Nana??
Kevin: Kuromyo..wae??
JunHee: Apa kau tahu di dalam hati Nana ada siapa??
Kevin: Mollasoyo..
JunHee: JunSu..
Kevin: JunSu?? Apa maksudmu??
JunHee: Kau sudah lupa, Nana menolakmu ketika kau bilang suka padanya?? Pada saat itu Nana sudah dekat dengan JunSu, tapi JunRi onni tidak suka dengan Nana karena Nana bukan dari keluarga kaya..
Kevin: Mwoya?!
JunHee: Pada saat itu mereka agak jaga jarak dan JunSu oppa berusaha untuk menganggap Nana sebagai adiknya..tapi perasaan Nana pada JunSu belum berubah sampai sekarang..
Kevin: Kenapa kau menceritakan ini padaku??
JunHee: Aku bukan melarangmu untuk suka pada Nana, tapi aku cuma ingin kau tahu siapa yang ada di hati Nana..jadi nantinya kau tidak perlu sakit hati jika ia bersama orang lain..
JunSu memberanikan diri untuk masuk ke ruangan HyunNa.
HyunNa: (menoleh ke arah JunSu) Oppa..kau masih disini??
JunSu: Ye..aku menunggu HyunJae kembali, setelah itu aku akan pulang dengan JunHee..
HyunNa: Owh..
Ruangan itu menjadi sangat hening ketika keduanya diam tanpa berbicara apapun. Tiba-tiba HyunNa melontarkan pertanyaan yang membuat JunSu agak kaku untuk menjawabnya.
HyunNa: Oppa..JunRi onni masih benci padaku??
JunSu: Ye?? Noona memang begitu, dia sangat anti dengan orang miskin dan sangat sombong..
HyunNa: Apa perasaan oppa sudah berubah??
JunSu: Ye?? Perasaan apa maksudmu??
HyunNa: Ah..gwenchana..
JunSu: Aboji sering menanyakan keberadaanmu..soal perasaanku, sama sekali belum berubah..setelah kau keluar rumah sakit, maukah kau ikut ke rumahku untuk menemui aboji??
HyunNa: Ye..
Tidak terasa hari berlalu begitu cepat, HyunNa pun sudah pulih kembali dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. HyunJae membawa HyunNa pulang ke apartemen untuk beristirahat, dalam perjalanan tiba-tiba ponsel HyunNa berbunyi mengalunkan lagu Calling Out-F(x).
HyunNa: Yoboseyo??
JunSu: Odieya??
HyunNa: On the way to my apartment..wae??
JunSu: Aku akan menjemputmu untuk menemui aboji..okay??
HyunNa: Okay, oppa..
JunSu: Gidarilge..jalka~
HyunJae: Nuguya?? JunSu??
HyunNa: Ye..
HyunJae: Kau ada janji dengannya?? Kemana??
HyunNa: JunSu jib..
HyunJae: Jib?? Untuk apa kau ke rumahnya??
HyunNa: Ketemu JunSu aboji..
HyunJae: Gimana kalau kau bertemu dengan JunRi dan JunSu omma?? Kau mau mengulang kejadian 1 tahun lalu?? Kau dihina dan tidak diperbolehkan dekat dengan JunSu..
HyunNa: Gwenchana..tidak akan terulang lagi..
HyunJae: Kau yakin?? Hatimu masih ada JunSu??
HyunNa: Ye..
Sesampainya di apartemen mereka, mereka melihat JunSu sudah menunggu disana. HyunNa pun ikut dengan JunSu dan mereka menuju rumah JunSu.
>>>> Rumah JunSu
JunSu dan HyunNa berjalan menuju ruang kerja JunSu aboji, disana ada JunRi, JunHee, omma dan aboji JunSu.
JunRi: JunSu ya..ngapain kau bawa cewek ini kesini lagi??
JunSu: Bukan untuk bertemu noona..tapi aboji yang menyuruhku membawanya..
Omma: (berbicara dengan suaminya) Yeobo..benarkah kau yang menyuruh cewek ini datang??
Aboji: Ye..aku suka melihat HyunNa ketika dipasangkan dengan JunSu..
JunRi: Aboji michyeoso?? HyunNa orang miskin, tidak pantas dengan uri JunSu..
Aboji: JunRi..jaga bicaramu..kau mau aku usir dari rumah ini?? (menoleh ke arah HyunNa) HyunNa..kau boleh duduk disini.. (menunjuk ke tempat duduk kosong disamping JunHee)
HyunNa duduk di samping JunHee, mereka berbicara banyak dan sepertinya JunSu omma sudah mulai bisa menerimanya tapi JunRi onni masih menatapnya dengan tatapan tajam. JunSu dan HyunNa diperbolehkan untuk kembali dekat seperti dulu, tapi masalah pacaran itu tergantung dengan mereka berdua bagaimana memulainya.
Setelah pulang dari rumah JunSu, mereka menjalani hari-hari mereka seperti dulu lagi. Pergi ke kampus bareng, makan bareng, jalan-jalan bareng dan HyunNa pulang pun diantar JunSu. Mereka seperti pasangan yang sedang pacaran tapi sebenarnya mereka hanya dekat dan tidak ada hubungan pacaran.
>>>> 1 tahun kemudian
Di kampus akan diadakan festival musik, yang akan berpartisipasi menjadi peserta di festival ini hanya JunHee, HyunNa, HyunJae dan Kevin. JunSu tidak kebagian menjadi peserta karena ia hanya ingin menjadi penonton pada saat itu.
HyunNa akan membawakan satu bagian lagu yang ia ciptakan sendiri, ia berharap JunSu datang dan mendengar lagu itu. JunHee, HyunNa, HyunJae dan Kevin juga akan berkolaborasi dalam permainan instrument mereka. JunHee memainkan piano, HyunNa memainkan biola, HyunJae memainkan drum dan Kevin memainkan gitar. 1 jam lagi festival musik akan segera dimulai, tapi mereka berempat belum menemukan sosok JunSu di dalam hall festival itu.
JunSu melaju dengan kecepatan tinggi mengendarai sport motorcycle karena dia hampir terlambat. JunSu membawa sekeranjang bunga mawar biru yang akan diberikannya pada HyunNa. Rencananya dia akan mengungkapkan semua perasaannya pada HyunNa. Di tengah perjalanan, ada sebuah truk panjang yang menerobos traffic light. Karena motorcycle yang dikendarai JunSu melaju dengan kecepatan tinggi, motornya langsung menabrak truk itu. JunSu terlempar sangat jauh dan tergeletak jauh dari motornya yang sudah hancur, bunga yang di bawanya berserakan di jalan. Orang-orang disekitar langsung membawa JunSu ke rumah sakit terdekat.
Di hall festival, HyunNa sudah harus tampil membawakan lagu ciptaannya itu.
HyunJae: Hwaiting!!
Kevin: JunSu pasti mendengar lagumu.. (tersenyum) Fighting!!
HyunNa berjalan memasuki panggung dengan gitar kesayangannya, ia terus menerawang ke arah beribu penonton tapi tidak menemukan JunSu.
HyunNa: Walaupun lagu ini sangat singkat, tapi akan aku nyanyikan untuk seseorang yang berarti dalam hidupku..aku tidak tahu apakah dia ada diantara kalian semua atau tidak, tapi aku berharap dia mendengarnya..
HyunNa: (menyanyi) I am happy when I can get back close to him..I felt something that was once lost and now has returned..I will strive to maintain this relationship..If the time has come, I will encourage me to say..Saranghamnida~
Di rumah sakit, JunSu terbaring kritis dan ia terus menyebut nama HyunNa. Omma, aboji dan JunRi segera menuju rumah sakit melihat keadaan JunSu. Setelah mereka sampai, JunSu menghembuskan nafas terakhir dengan sebelah tangan memegang setangkai mawar biru yang ada tulisan Kim HyunNa. Mereka membeku melihat JunSu yang sudah tidak bernyawa itu dengan air mata yang terus mengalir.
Aboji: JunRi ya..HyunNa odieya?? Kau harus segera memberitahunya kabar ini..ppali..
JunRi: Aboji..HyunNa sedang ada festival musik di kampus dan dia tidak mungkin bisa segera datang..
Omma: Hubungi dia atau JunHee..mereka harus tahu kabar ini.. (teriak)
JunRi merogoh ke dalam tas dan mengambil ponselnya. Ia menekan beberapa angka dan langsung tersambung pada ponsel JunHee.
JunRi: (terisak-isak) JunHee ya..
JunHee: Onni..wae kurae?? (heran)
JunRi: HyunNa odieya??
JunHee: Yeogi-esseo..wae??
JunRi: JunSu sudah tiada..dia kecelakaan ketika dalam perjalanan ke kampus..
JunHee merasakan darahnya membeku dan jantungnya berdetak sangat kencang ketika mendengar kabar dari JunRi. Ponselnya jatuh dan diambil oleh Kevin, Kevin melihat ke arah JunHee yang tiba-tiba menangis.
Kevin: Wae?? JunHee ya..
JunHee: JunSu oppa kecelakaan dan sekarang sudah meninggal..
Kevin: Mwoya?? Apa yang kau katakan??
JunHee: Itu tadi telepon dari JunRi onni yang sedang di rumah sakit..dia menyuruhku memberitahukan kabar ini pada HyunNa..bagaimana aku bisa menyampaikan kabar ini??
HyunNa: JunHee ya..wae kuraeyo?? Uljima..
Kevin: Aku harap kau bisa menerima ini semua, Nana ya..
HyunNa: Apa maksudnya??
Kevin: JunSu sudah meninggal karena kecelakaan..
HyunNa membeku dan jantungnya serasa akan berhenti, berarti lagu tadi tidak sempat didengarnya. HyunNa berlari keluar dari ruang rias mereka dan langkahnya di tahan oleh HyunJae.
HyunJae: Jangan kemana-mana, selesaikan festival ini dulu..oppa tahu kau sedih, JunHee juga lebih terpukul darimu..
HyunNa: Oppa..kenapa harus JunSu?? (menangis)
HyunJae memeluknya dan berusaha menenangkannya karena mereka masih harus tampil di acara penutup festival musik ini.
HyunNa: Goodbye stage dari kami..aku akan membawakan sebuah lagu, lagu ini untuk seseorang yang tidak pernah bisa kami temui lagi..
HyunNa: (menyanyi)
Gaseumae nameun sangcheodo ijaen (With the scar he left on my heart)
Geudaeireum ijeulaneundae (I’m trying to forget his name)
Naeipseureul ggaemeulgo chamabado (Although I bite my lips trying to hold it in)
Nae sarang neo hanappooningeol (My love is only you)
Amureotji ahngae saragadaga (I live my life pretending nothing has happened)
Sarangi tto geuriwool ttaemyeon (When I’m longing for love)
Geudaega namgin apeumae (With the hurt he has left behind)
Nado moreugae neunmul heullindae (I start to cry without knowing)
Haru tto haru na saragadaga (Day after day as I live my life)
Geudae ireumae tto neunmuri namyeon (I get teary after hearing his name)
Na chameulsoo obsuh ireohgae uteulsoo obsuh (I can’t hold it in I can’t laugh like this)
Tto geudae ireum bulleo bonda (I try calling his name again)
HyunNa langsung menangis seakan membanjiri hall yang besar ini dan HyunJae memeluknya. HyunJae tahu apa yang dirasakan adiknya sekarang, hati yang sudah hancur dan sangat sakit ketika mendengar orang menyebut nama JunSu.
Tiba hari pemakaman, HyunNa dan JunHee hanya diam dan tidak berkata apapun. Mereka hanya memandangi foto JunSu yang di pajang di meja dan orang-orang datang memberi penghormatan terakhir.
JunRi: Nana..kau bisa ikut denganku sebentar?? Ada yang akan kuberikan padamu..
HyunNa mengikuti JunRi masuk ke sebuah kamar yang sepertinya tidak asing baginya.
JunRi: Ini kamar JunSu..anjuseyo.. (menyuruh HyunNa duduk di sofa dekat tempat tidur JunSu)
JunRi membuka lemari JunSu dan mengambil beberapa barang.
JunRi: Ini bunga mawar biru kesukaanmu, JunSu terus memegang setangkai mawar ini sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya..JunSu juga terus menyebut namamu ketika ia kritis di rumah sakit..
HyunNa mengambil setangkai mawar biru itu dan memegangnya dengan erat seakan ia takut kenangan ini akan hilang dari benaknya. JunRi juga memberikan sebuah amplop pada HyunNa.
JunRi: Ini surat untukmu dari JunSu..surat ini ditemukan di serakan bunga mawar biru di jalan raya..kau boleh tetap disini, aku akan keluar untuk menyambut tamu-tamu yang datang melayat..
Setelah JunRi keluar, HyunNa bangkit dari sofa itu dan berjalan menyusuri kamar JunSu. Ia berusaha menahan air matanya tapi tetap saja keluar membasahi pipinya. Ia mengambil foto JunSu yang terletak di meja belajarnya dan memperhatikan senyum yang ada di wajah JunSu saat di foto. HyunNa menyentuh biola dan gitar kesayangan JunSu, rasanya ia ingin sekali JunSu memainkan sebuah lagu untuknya. HyunNa duduk kembali di sofa dan mulai membaca surat yang dipegangnya dari tadi.
Dear: Kim Hyun Na
HyunNa ya.. Na JunSu imnida.. I’m so sorry because I’m late go to Music Festival and I can’t hear your song.. Aku mendengar dari JunHee, kau menciptakan lagu untukku tapi sepertinya hari ini aku akan terlambat karena sibuk menulis surat ini dan mencari bunga mawar biru kesukaanmu.. Hari ini aku punya firasat buruk tentang hidupku, jadi aku menulis surat ini untukmu.. Jika kau tidak bisa bertemu denganku, kau masih bisa membaca surat ini..
Kau mau tahu kenapa aku memilih menjadi penonton pada Music Festival ini?? Aku ingin memberi surprise untukmu.. Pada saat kau menyanyikan lagu ciptaanmu itu, aku akan masuk ke stage dengan sekeranjang bunga mawar biru yang kubeli dan aku ingin mengungkapkan semua perasaanku padamu..
Nana ya..kau tahu perasaanku?? Di hatiku masih ada nama HyunNa.. Aku masih suka padamu, kau mau jadi na yoja chingu?? Simpan saja jawabanmu dalam hati, karena aku tahu kau akan menerimaku..
Kim Hyun Na..Saranghamnida~
From: Lee Jun Su
Air matanya mengalir dengan derasnya setelah membaca surat itu, surat itu seperti kata-kata terakhir JunSu untuk HyunNa. Ia memegang erat surat dan mawar biru itu dengan air mata yang terus mengalir. Kenapa baru sekarang ia menyadari bahwa ia sangat mencintai lelaki yang sudah tiada itu? Kenapa sebelum lelaki itu meninggal, ia tidak punya keberanian untuk mengatakan isi hatinya? Ia terus menyalahkan diri sendiri dan memegang dadanya yang terasa sudah hancur berkeping-keping.
HyunJae: (masuk dan menghampiri HyunNa) Dongsaeng ya..uljima.. (memeluknya) aku merasakan apa yang kau rasakan sekarang..
HyunNa: Oppa..nan ottokhe? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku, hatiku sudah sangat hancur..
HyunJae hanya diam, ia tahu adiknya hanya perlu waktu untuk bisa menerima semua itu. HyunNa hanya menangis dengan kerasnya di pelukan HyunJae.
>>>> 1 bulan kemudian...
Sejak meninggalnya JunSu, HyunNa menjadi agak pendiam dan selalu menyendiri. Setelah pulang dari kampus, ia langsung mengurung diri di kamar. Di dalam kamarnya, ia hanya duduk memandangi setangkai mawar biru dan tangannya selalu memegang surat dari JunSu.
HyunJae: (mengetuk pintu kamar HyunNa) Nana..kau belum makan dari tadi pagi, keluarlah untuk makan..oppa tahu kau masih sedih, tapi tolong jangan siksa dirimu sendiri..
Tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar HyunNa. Selama 1 bulan ini, dalam 1 hari ia hanya makan sekali setelah itu mengurung dirinya di kamar.
HyunJae: Nana..kau mendengarku?? Oppa tidak mau melihatmu sakit hanya karena tidak makan..keluarlah, hanya untuk makan..setelah itu, terserah apa yang mau kau lakukan..
Pintu kamar terbuka, HyunJae melihat adiknya dengan khawatir. HyunNa seperti tidak terurus, acak-acakan, matanya bengkak seperti habis menangis, pipinya basah dengan air mata. Ia menghampiri meja makan dan duduk untuk segera menyantap makanannya.
HyunJae: Nana..kau tahu semua orang mencemaskan keadaanmu?? Oppa, JunHee, Kevin dan JunRi noona selalu melihat kelakuanmu yang tidak biasa..tidak mau makan, selalu menyendiri dan selalu menangis..oppa yakin JunSu pun tidak mau melihat keadaanmu jadi seperti ini..
HyunNa: Kumanhae oppa..oppa tidak tahu apa yang aku rasakan, begitu juga dengan JunHee, Kevin dan JunRi onni..karena bukan kalian yang merasakan ini semua, makanya kalian hanya ribut melihat kelakuanku..urus saja diri kalian sendiri.. (bentaknya dan berjalan menuju kamar)
HyunJae agak terkejut dengan kata-kata HyunNa. Kenapa HyunNa jadi marah padanya?? Kesalahan apa yang diperbuatnya?? HyunJae tidak merasa salah bicara, semua yang ia katakan untuk kebaikan adiknya.
HyunJae: Nana..oppa tidak tahu apa yang kau pikirkan sekarang..bukan hanya kau yang merasa kehilangan, aku juga..JunSu adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya, dia selalu membantuku ketika aku tidak mampu..JunHee dan JunRi juga pasti lebih merasa kehilangan daripadamu..kalau kau tidak suka kami selalu ribut dengan kelakuanmu, mulai sekarang kami akan diam..dan kau tidak perlu membentakku.. (keluar dari apartemen dan membanting pintu)
HyunNa masih berdiri menghadap pintu kamarnya dan air matanya mulai mengalir lagi. Ia tahu tidak seharusnya ia mengatakan hal seperti itu pada HyunJae.
Keesokan harinya dan hari seterusnya tidak ada lagi yang mengomentari kelakuannya, mereka semua benar-benar hanya diam dan tidak mengatakan apapun. HyunNa mulai merasa agak aneh dan agak canggung melihat sifat mereka.
>>>> 1 tahun kemudian..
HyunNa: Yoboseyo..
JunHee: Nana..kau bisa ke rumahku sekarang??
HyunNa: Wae, JunHee ya??
JunHee: Ada sesuatu yang kami temukan tentang JunSu oppa..
HyunNa: JunSu?? Okay..aku segera kesana..
HyunNa langsung berangkat ke rumah JunSu karena ia ingin tahu apa yang sebenarnya ditemukan mereka. Sesampainya di rumah JunSu, JunHee menyerahkan sebuah buku yang tampaknya itu adalah buku diary JunSu. HyunNa mengambil buku itu dan dibawa pulang supaya ia lebih leluasa membacanya.
8 Juli 2007
Hari pertama aku masuk kampus dan langsung punya teman yang sangat baik, namanya HyunJae dan Kevin. Pada saat itu, HyunJae memperkenalkanku pada adiknya. Cewek itu benar-benar sempurna, cantik dan elegan namanya HyunNa. Aku sangat ingin dekat dengannya walaupun hanya sekedar menjadi teman.
12 Juli 2007
Oh..ternyata HyunNa adalah sahabat JunHee, ini kesempatanku untuk bisa dekat dengan HyunNa. Aku membujuk JunHee untuk membantuku dekat dengan HyunNa dan akhirnya berhasil. JunHee akan membantuku. Haha~ kamsahamnida, na dongsaeng nomu yeppeo..
20 Juli 2007
Akhirnya aku sudah dekat dengan HyunNa, aku senang sekali ternyata dia tidak sombong. Sepertinya aku mulai menyukainya. Ottokhe jigeum?? Apa aku harus mengatakan perasaanku padanya?? Tapi sepertinya bukan waktu yang tepat karena aku baru beberapa minggu mengenalnya. Hmm~
28 Juli 2007
Aku mengajak HyunNa ke rumah untuk dikenalkan pada JunRi noona, omma dan aboji. Tapi sepertinya hanya aboji yang senang dengan HyunNa, sedangkan JunRi noona dan omma tidak begitu bersahabat. Dan hal yang tidak diinginkan terjadi~ HyunNa diusir JunRi onni dan omma, dia tidak diperbolehkan untuk dekat denganku. Mwohae?! Aku sangat sedih dan hatiku sakit ketika melihat HyunNa diusir.
23 Agustus 2008
Sudah 1 tahun berlalu, aku dan HyunNa masih jaga jarak dan tidak dekat seperti dulu lagi. Pada saat itu, aku baru tahu kalau sahabatku, Kevin menyukai HyunNa. Masa aku harus bersaing dengan sahabatku sendiri?? Impossible~ lebih baik aku mengalah untuknya..
25 Agustus 2008
Aku melihat HyunNa pingsan dan saat itu hatiku sangat hancur. Aku segera membawanya ke rumah sakit bersama HyunJae. Aku memasukkan HyunNa ke ruang VIP supaya dia bisa dirawat dengan baik. Saat itu, aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku. Kata JunHee, aku sudah jatuh cinta pada HyunNa. Dan HyunNa juga menanyakan apakah perasaanku sudah berubah atau tidak. Pada saat itu, aku memberanikan diriku untuk mengajaknya bertemu aboji setelah dia keluar rumah sakit dan dia menerima ajakan itu. Aku berjanji akan melindunginya kali ini, HyunNa tidak akan diusir, dihina atau semacamnya lagi.
3 September 2008
Hari ini HyunNa sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Aku pergi ke rumah sakit berencana untuk menjemputnya, tapi HyunJae sudah duluan membawa adiknya itu. Aku menelepon HyunNa dan mengajaknya bertemu aboji hari ini juga dan dia setuju. Dia sempat ragu dan agak takut ketika akan masuk ke ruang kerja aboji. Sambutan yang baik dari aboji tapi tidak dari JunRi noona dan omma, tapi aboji berhasil mengatasi itu semua dan sepertinya omma mulai menyukai HyunNa. Hari itu adalah hari paling bahagia bagiku karena HyunNa diperbolehkan dekat lagi denganku, tapi aku belum punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku padanya.
8 Juni 2009
Hari ini ada Music Festival di kampus dan aku bebas karena tidak menjadi peserta seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku dengar dari JunHee, HyunNa menciptakan lagu singkat untukku dan akan dia nyanyikan di Festival malam ini. Pagi-pagi sekali aku bangun dan menyusuri kota Seoul yang luas ini hanya untuk mencari mawar biru kesukaan HyunNa. Saat aku menemukan mawar biru itu, aku senang sekali karena aku tahu HyunNa pasti sangat senang juga. Kejutan yang sempurna sudah aku rencanakan, aku akan menjadikan HyunNa milikku selamanya hari ini juga. Setelah kembali ke rumah, aku merasa agak aneh dengan perasaanku sepertinya ada sesuatu yang buruk akan terjadi padaku hari ini. Aku mengambil secarik kertas dan mulai menulis surat untuk HyunNa, aku takut dia akan melupakanku ketika aku tidak bersamanya lagi.
8 Juni 2009 08.20 PM
Sepertinya aku akan segera meninggalkan dunia ini, sakit sekali rasanya. Bagaimana dengan Music Festival malam ini?? Apakah akan berjalan dengan baik?? Aku sepertinya sedang mendengarkan HyunNa menyanyikan lagu ciptaannya, aku ingin memberinya sekeranjang bunga mawar biru ini dan mengatakan isi hatiku padanya.
8 Juni 2009 09.40 PM
HyunNa ya..dari dulu sampai saat ini, dari pertama kali aku bertemu denganmu sampai saat ini, perasaanku padamu sama sekali belum berubah. Aku menyukaimu, Nana ya..Suka?? itu dulu..tapi sekarang rasa suka itu sudah berubah menjadi cinta. I am happy too when I can back close to you..Now and forever i will always strive to maintain our relationship..Now is the time, I already encourage myself to say.. “HyunNa, would you marry me??” Saranghaeyo, Nana ya..
NB: Tolong jangan menyusahkan orang disekitarmu ketika aku sudah tiada dan jangan menyiksa dirimu dengan semua kesedihan ini..Biarlah orang disekitarmu merasa nyaman dengan kelakuanmu dan tetaplah tersenyum menjalani hari-harimu tanpa aku. JunSu loves HyunNa 4ever~
HyunNa tidak menyadari air matanya sudah seperti akan membanjiri apartemennya. Ia baru menyadari ternyata detik-detik terakhir, JunSu masih sempat menulis ini semua.
HyunNa: Would you marry me?? (mengulang kata-kata JunSu yang ada dalam diary dan menjawabnya) Yes, I do..
HyunNa berlari keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar HyunJae.
HyunNa: (mengetuk pintu kamar HyunJae) Oppa..kau ada di dalam?? Mianhae..aku tahu aku salah sudah membentakmu hari itu..jongmal mianhae,oppa..aku hanya merasa hatiku sangat hancur, aku belum sempat mengatakan apapun pada JunSu tapi dia sudah pergi sangat jauh dariku.. (duduk di depan kamar HyunJae dan menangis) Oppa..apa kau mendengarku? Aku sangat merasa kehilangan ketika oppa tidak peduli padaku..aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi..aku takut sendirian, tidak ada yang peduli padaku..mianhae, jongmal mianhae.. (menundukkan kepalanya dan menangis)
HyunJae membuka pintu kamarnya mendapati adiknya duduk dan menangis. HyunJae memeluknya dari belakang.
HyunJae: Gwenchana..aku tidak menyalahkanmu, aku hanya ingin kau tahu aku peduli padamu dan mereka bertiga juga peduli padamu..uljima, HyunNa ya..aku tidak tahu apa yang membuatmu sadar dan datang kesini untuk minta maaf padaku, tapi aku senang kau masih menganggapku ada disini..
HyunNa: JunSu yang menyadarkanku..
HyunJae: JunSu??
HyunNa: Diary JunSu..detik-detik terakhir sebelum dia meninggal, dia bilang jangan menyusahkan kalian dengan semua kesedihanku dan biar kalian bisa tetap nyaman bersamaku..dia juga menyuruhku untuk selalu tersenyum menjalani hari-hariku.. (menoleh ke arah HyunJae) Oppa..aku sudah menjawab pertanyaannya..
HyunJae: Pertanyaan apa??
HyunNa: Would you marry me?? Aku menjawab, Yes I do..
HyunJae: Jadi kau sudah jadi istrinya sekarang?? (tersenyum)
HyunNa hanya mengangguk dan berbalik memeluk HyunJae.
Kevin: Uda-uda..jangan pelukan di depanku..aku cemburu nih..
JunHee: (memukul Kevin) cemburu apa?? Nana uda jadi istri JunSu oppa..apa lagi yang kau cemburui??
Kevin: (merangkul JunHee) Sorry, honey..aku sekarang tidak boleh cemburu dengan Nana lagi karena aku sudah punya JunHee..kuraeyo??
JunHee: Ya..that’s true..baguslah kalau kau tahu itu.. (melihat ke arah HyunNa) Onni..aku bawa omma dan aboji kesini..
HyunNa: Onni?? Kenapa kau jadi memanggilku onni??
JunHee: Karena sekarang kau istrinya JunSu oppa.. (tersenyum)
Omma: Ini untukmu.. (memberikan HyunNa sebuah kotak cincin)
HyunNa: (membukanya) Cincin??
Omma: Ya..wedding ring..cincin milik JunSu sudah melingkar di jarinya, yang ini milikmu..dan mianhamnida, dulu omma sudah salah menilaimu..
HyunNa sangat bahagia walaupun JunSu sudah tiada, tapi ia masih bisa merasakan kehadiran JunSu disini dan selalu ada bersamanya. HyunNa berjanji pada dirinya sendiri dan Junsu, ia tidak akan menyusahkan orang di sekitarnya, ia akan membuat orang di sekitarnya nyaman dengan apa yang dilakukannya dan ia akan selalu tersenyum menjalani hari-harinya.
- END-
Langganan:
Komentar (Atom)



